Iklan

Iklan

Bona Fide (21) FENOMENA ALBATROS Oleh:Hamdan Juhannis (Rektor UIN Alauddin Makassar)

11 Maret 2026, 6:55 AM WIB Last Updated 2026-03-10T22:55:15Z
Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.

Kali tentang burung, bukan burung yang ada di sangkar di rumah anda, tetapi burung yang suka terbang di samudera luas, burung Albatros. Saya pernah menyinggung secara sekilas di sebuah video tentang fenomena burung ini.

Mari melihat lebih jauh tentang kekhasan burung dengan sayap terpanjang di antara spesies burung. Sangat mencengangkan, bahwa rentang sayap burung ini bisa mencapai 3,5 meter. Dengan sayap panjang seperti itu, burung ini bisa terbang berhari-hari melintasi samudera yang bejarak ribuan kilometer. 

Salah satu trik terbaiknya untuk bisa terbang lama adalah efisiensi energi saat terbang. Ia tidak mengepakkan sayap secara terus menerus. Dengan sayap yang panjang, ia menghemat tenaganya dengan menggunakan tiupan angin. Dari rendahnya energi yang dipakai, burung ini adalah salah satu dari sedikit jenis burung yang bisa tidur meskipun sedang terbang. 

Burung ini juga memiliki tingkat kecerdasan yang sangat baik. Dengan memanfaatkan sayapnya yang panjang, ia mengontrol aktifitasnya saat tidur dengan tetap menyadarkan sebagian dari otaknya, supaya tidak tidur pulas. Setengah kesadarannya itu dipakai untuk waspada terhadap situasi yang ada di sekitarnya.

Yang paling menarik, burung ini memainkan rasa yang sangat menonjol. Ia dikenal sebagai burung yang setia pada pasangan. Meskipun ia memiliki kecenderungan untuk bersepi-sepi dengan terbang sangat jauh sendirian, ia tetap akan pulang menjenguk pasangannya dan untuk keperluan berkembang biak. Luar biasanya, Albatros hanya setia pada satu pasangan seumur hidupnya. Konon juga dan bisa dicek pada Ornitolog (pakar burung), Albatros memiliki tarian khusus bersama pasangannya untuk mempertahankan romansa kehidupannya.

Rupanya Albatros menawarkan karakter kuat yang menjadi pelajaran pada spesies makhluk yang lebih sempurna, manusia. Albatros mempraktekkan bahwa kecerdasan hidup tidak pantas digunakan untuk merusak kehidupan. Albatros juga mempraktekkan bahwa dalam kehidupan yang semakin kompleks, "kepulasan" membuat ketertinggalan. Albatros juga mencontohkan bahwa hidup yang berkualitas adalah yang efisien. 

Satu lagi, Albatros merawat identitasnya, selalu kembali ke asal. Baginya, itulah sejatinya cinta. Albatros patut dicontoh, beda dengan yang lain, apalagi Bang Toyip, tidak pulang-pulang. (Ikhlas/Amd)
Komentar

Tampilkan

  • Bona Fide (21) FENOMENA ALBATROS Oleh:Hamdan Juhannis (Rektor UIN Alauddin Makassar)
  • 0

Terkini

Iklan