Iklan

Iklan

Dosen UIN Alauddin Raih Doktor di Belanda, Kembangkan Hunian Hemat Energi untuk Iklim Tropis

28 Januari 2026, 8:27 PM WIB Last Updated 2026-01-28T12:28:31Z
Mutmainnah, Dosen UIN Alauddin Raih Gelar PhD di Eindhoven University

RAKYATSATU.COM, UIN Alauddin — Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,  Mutmainnah berhasil meraih gelar Doktor (PhD) dari Eindhoven University of Technology (TU/e), Belanda, pada bidang Building Physics (Fisika Bangunan), Department of the Built Environment, Selasa (6/1/2026).
Dosen Program Studi Arsitektur ini dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor (PhD Defense) yang dipimpin Prof. dr. ir. M.C.J.
 Hornikx. 


Sidang doktor tersebut melibatkan tim penguji internasional dari berbagai negara, antara lain Prof. dr. ir. P.J.V. van Wesemael dan Prof. dr. ir. J.L.M. Hensen (TU/e Belanda), Prof. dr. W. Liu (Tianjin University, China), serta Prof. dr. ir. L. Georges (Norwegian University of Science and Technology, Norwegia). Penelitian ini dibimbing oleh Prof. dr. ir. Twan van Hooff sebagai promotor dan Dr. ir. Stefanie Gillmeier sebagai ko-promotor.


Dalam disertasinya berjudul “Ceiling and Attic Ventilation to Improve the Indoor Thermal Environment of Residential Buildings in Hot-Humid Climates”, Mutmainnah mengkaji strategi peningkatan kenyamanan termal hunian di wilayah beriklim tropis lembap melalui pendekatan ventilasi pasif.


Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari realitas kehidupan manusia modern yang sebagian besar berlangsung di dalam ruangan. “Sekitar 90 persen aktivitas manusia terjadi di dalam ruangan, sehingga kenyamanan termal sangat memengaruhi kualitas hidup,” ujarnya.


Perempuan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ini menambahkan, di negara beriklim tropis lembap seperti Indonesia, ketergantungan terhadap pendingin udara (AC) berdampak langsung pada tingginya konsumsi energi rumah tangga. Di sisi lain, tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap penggunaan AC.


“Ketergantungan pada AC meningkatkan konsumsi energi, sementara banyak masyarakat belum mampu menggunakannya. Karena itu, diperlukan solusi alternatif yang lebih terjangkau dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui riset tersebut, Mutmainnah menawarkan solusi desain berbasis ventilasi pasif, seperti penggunaan plafon berperforasi dan ventilasi loteng (attic ventilation). Strategi ini terbukti mampu meningkatkan kenyamanan termal ruang dalam sekaligus menekan kebutuhan energi bangunan.


Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan komprehensif melalui tiga metode pemodelan, yakni pengujian eksperimental dengan Atmospheric Boundary Layer Wind Tunnel, simulasi numerik Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan ANSYS Fluent, serta analisis kinerja energi bangunan melalui Building Energy Simulation (BES) dengan perangkat lunak EnergyPlus.


Model bangunan yang diteliti merepresentasikan hunian di iklim tropis lembap, khususnya Indonesia, dengan data cuaca mengacu pada kondisi Kota Makassar. Studi ini tercatat sebagai penelitian pertama yang menggunakan model bangunan realistis—lengkap dengan atap pelana, bukaan, plafon, dan partisi internal—dalam pengujian wind tunnel, berbeda dengan riset sebelumnya yang umumnya menggunakan model bangunan sederhana.


Para penguji memberikan apresiasi tinggi terhadap disertasi tersebut. Mereka menilai penelitian Mutmainnah berhasil mengintegrasikan tiga metode analisis—wind tunnel, CFD, dan BES—yang masih jarang dilakukan dalam satu studi terpadu. Riset ini dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman aliran ventilasi silang, menyediakan basis data validasi CFD, serta menghadirkan rekomendasi desain hunian terjangkau yang adaptif terhadap iklim tropis lembap.


Hasil penelitian Mutmainnah telah dipublikasikan dalam tiga jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1, yakni Journal of Wind Engineering and Industrial Aerodynamics serta Building and Environment. Selain itu, riset tersebut telah dipresentasikan pada berbagai konferensi internasional di Prancis, Kanada, dan Swedia, serta dijadwalkan tampil pada Indoor Air Conference di Singapura pada Juni 2026. (Ikhlas/ Amd) 
Komentar

Tampilkan

  • Dosen UIN Alauddin Raih Doktor di Belanda, Kembangkan Hunian Hemat Energi untuk Iklim Tropis
  • 0

Terkini

Iklan