RAKYATSATU.COM, BONE — Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama ribuan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bone di Masjid Al-Markas Al-Ma’arif, Selasa, 13 Januari 2026. Acara ini dijadikan ajang refleksi spiritual sekaligus penguatan etos pelayanan publik.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Isra Mi’raj sebagai Spirit Kerukunan Beragama Menuju Kehidupan Berkarakter demi Mewujudkan Bone yang Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.” Tema itu menekankan pentingnya nilai keagamaan sebagai fondasi tata kelola pemerintahan dan pembangunan sosial.
Panitia menerapkan absensi daring melalui pemindaian kode batang menggunakan telepon seluler. Sistem ini diklaim sebagai upaya penertiban administrasi sekaligus adaptasi teknologi dalam kegiatan pemerintahan.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Bone, kepala organisasi perangkat daerah, ASN, dan PPPK.
Dalam sambutannya, Andi Asman mengingatkan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut momen ini sebagai waktu untuk koreksi dan introspeksi bagi aparatur pemerintah.
“Peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya untuk diperingati, tetapi dijadikan bahan evaluasi tentang bagaimana kita bekerja dan mengabdi untuk Bone,” kata Andi Asman.
Ia meminta ASN menjunjung tinggi integritas, bekerja profesional, serta menyeimbangkan tugas kedinasan dengan ibadah.
Menurut dia, pengabdian kepada masyarakat semestinya menjadi amal yang bernilai ibadah. Nilai-nilai Isra Mi’raj, lanjutnya, diharapkan tercermin dalam pelayanan publik dan kehidupan sosial sehari-hari.
Hikmah Isra Mi’raj disampaikan Ustaz Abdul Hafid Mappatoba, Kepala SMP Negeri 2 Amali. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan kembali inti peristiwa Isra Mi’raj, yakni perintah salat lima waktu. Salat, menurut dia, membentuk karakter dan mengendalikan perilaku.
“Siapa yang menjaga salatnya, hidupnya akan terjaga. Sebaliknya, meninggalkan salat membawa pada kelalaian di berbagai aspek,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap peringatan ini menjadi penguat religiusitas ASN, meningkatkan etos kerja, serta mendorong terwujudnya Bone yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan. (Ikhlas/Sugi)