Iklan

Iklan

Turunkan Stunting, Maros Diganjar Dana Insentif Fiskal Rp6 Miliar

14 November 2025, 6:30 PM WIB Last Updated 2025-11-14T10:30:35Z
Wakil Bupati Maros, Andi Muhtazim Mansyur




RAKYATSATU.COM, MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros kembali mencatat prestasi membanggakan setelah dinilai sebagai daerah berkinerja baik dalam pencegahan dan penurunan angka stunting. Atas capaian tersebut, Pemkab Maros menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp6.006.958.000 dari pemerintah pusat. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muhtazim Mansyur, di Jakarta.

Andi Muhtazim menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta masyarakat.

“Alhamdulillah, penghargaan dan insentif ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah pusat menilai Maros berhasil menunjukkan kinerja yang konsisten dan signifikan dalam upaya pencegahan serta penurunan angka stunting. Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi prestasi seluruh masyarakat Maros,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Kami ingin memastikan bahwa angka stunting di Maros terus turun dari tahun ke tahun. Dengan kerja sama yang kuat, kami optimis dapat mencapai target nasional,” tambahnya.

Dana insentif tersebut, kata Andi Muhtazim, akan digunakan untuk memperkuat berbagai program pengentasan stunting, mulai dari peningkatan layanan gizi, edukasi kesehatan ibu dan anak, pemenuhan sanitasi layak, hingga program lain yang mendukung kualitas hidup masyarakat.

Plt Kepala Dinas DP3A Dalduk KB Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menjelaskan bahwa Maros menjadi salah satu dari 197 kabupaten/kota yang dinilai berhasil menjalankan program prioritas nasional penurunan stunting. Ia menyebutkan bahwa penentuan penggunaan anggaran akan menyesuaikan urgensi faktor determinan stunting di daerah.

“Kami akan melihat sejauh mana urgensi penanganan determinan stunting seperti air bersih, gizi, kawasan tanpa rokok, dan penanganan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis. Nantinya akan dibahas lagi bersama pimpinan dan OPD terkait,” jelasnya.

Dengan capaian ini, Pemkab Maros kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat melalui program penurunan stunting yang berkelanjutan. (Ikhlas/arul) 
Komentar

Tampilkan

  • Turunkan Stunting, Maros Diganjar Dana Insentif Fiskal Rp6 Miliar
  • 0

Terkini

Iklan