Iklan

Iklan

Wabup Maros Imbau Ibu-ibu Peduli Kepada Anak Resiko Gejala Stunting

20 Desember 2023, 11:16 AM WIB Last Updated 2023-12-28T10:20:10Z

Wabup Maros pada salah satu kegiatan pemerintahan/ Foto : Dok. Pemkab Maros

RAKYATSATU.COM, MAROS
- Menjelang  peringatan Hari Ibu, Wakil Bupati Maros Hj.Suhartina Bohari mengimbau para ibu-ibu untuk lebih peduli terhadap tetangga yang memiliki anak resiko Gejala stunting.


Hal ini Wabup sampaikan saat menjadi Narasumber Talkshow Diskominfo-SP di Studio Maros FM yang disiarkan live pada kanal resmi youtube pemerintah Kabupaten Maros, Rabu (20/12/2023). 


Ia mengungkapkan, banyak program yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Maros untuk menekan angka stunting, dapat dilihat pada data SSGI, prevalensi stunting pada tahun 2022 diurutan delapan tertinggi stunting dibandingkan tahun 2021 diurutan kedua tertinggi stunting. 


"Stunting ini permasalahan global, untuk mencapai generasi emas tahun 2045 dilakukan mulai sedini mungkin untuk mencegah stunting" Ungkapnya 


Pemerintah Kabupaten Maros juga turut terlibat dengan meningkatkan akses ke posyandu, memberikan bantuan gizi, dan mengadakan program edukasi bagi orang tua. 


Diharapkan adanya keterlibatan dari semua lapisan masyarakat hingga menciptakan atmosfer kolaboratif yang bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Maros. 


Suhartini juga mengimbau agar ibu-ibu di Kabupaten Maros, selain memperhatikan protein dan gizi anaknya sendiri, wabup juga berharap ibu-ibu juga membantu pemerintah untuk menekan angka stunting di Kabupaten Maros dengan cara melihat, meneliti dan menjadi pengawas terdekat ke masyarakat khususnya tetangga masing-masing jika nampak gejala stunting untuk segera laporkan ke pemkab Maros.


 " tidak ada ruginya memperhatikan tetangga sekitar rumah, ayo lebih peduli kepada tetangga kalau ada tetangga yang hamil ataupun sudah melahirkan, tanyakan kondisi anaknya, jika ada terlihat gejala stunting laporkan ke posyandu atau puskesmas terdekat, menginformasikan kepada pemerintah itu jauh lebih berharga dibandingkan tidak beraksi apapun"ucapnya. 


 Hal senada disampaikan juga oleh USAID IUWASH Regional Manager South Sulawesi, Rieneke Rolos, nutrisi dan gizi yang mencukupi mampu mencegah stunting, namun pemenuhan akses air minum yang bersih juga penting.


 ketidakamanan sanitasi dapat memicu penyebaran penyakit dan infeksi, yang secara tidak langsung dapat menghambat pertumbuhan anak. Anak-anak yang terpapar berulang kali pada bakteri dan kuman berpotensi mengalami gangguan penyerapan nutrisi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi tinggi badan dan perkembangan fisik mereka. 


 "Punya toilet di rumah saja kita anggap sudah aman, padahal banyak hal yang harus diperhatikan, sanitasi yang aman itu harus kedap, kiri kanan bawah harus tertutup, karena mencemari lingkungan, dan bisa menyebabkan stunting. Sanitasi aman dan air bersih bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga kunci untuk memastikan penyerapan nutrisi yang baik. Anak-anak yang hidup di lingkungan bersih dan mendapatkan akses air bersih cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih baik." Lebih lanjut, 


USAID IUWASH Tangguh memiliki program Tetangga Tangguh yaitu memberikan dukungan teknis dan bantuan untuk meningkatkan infrastruktur sanitasi lokal, menciptakan toilet ramah lingkungan, dan mempromosikan kebiasaan hidup sehat.


 "Tetangga Tangguh bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi juga memberdayakan komunitas untuk berkolaborasi menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Bersama-sama, kami menjadikan setiap rumah dan lingkungan sebagai basis untuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat" tutupnya. [Ikhlas/Arul]

Komentar

Tampilkan

  • Wabup Maros Imbau Ibu-ibu Peduli Kepada Anak Resiko Gejala Stunting
  • 0

Terkini

Iklan