-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

Mengaku Pernah Dibeli di Politik Profesi, Politisi Ini Banting Stir Jadi Pengusaha

12 Desember 2020 | 9:10 AM WIB |
RAKYATSATU.COM, BONE
- Menjadi seorang politisi, khususnya di Legislator Kabupaten Bone penuh dengan suka cita. Bahkan terkadang ada oknum legislator yang rela dibeli karena faktor ekonomi.


Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang mantan Legislator Kabupaten Bone, Alfian T Anugerah.


Nama Alfian T Anugerah tak asing lagi di dunia politik, khususnya di Kabupaten Bone. Mantan Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kabupaten Bone dan anggota legislator Bone dua periode ini kini lebih tertarik menjadi pengusaha dengan mendirikan CV Patappulo sekaligus menjadi direktur utamanya.


Hal itu diutarakannya di group WhatsApp (WA) Info Bone A1 Patent, Sabtu (12/12/2020) dini hari. Bahkan dalam percakapan di group WA tersebut, dengan gamblang, Alfian T Anugerah mengakui kalau dirinya pernah terbeli di politik profesi.


Olehnya itu, sebagai Direktur Utama (Dirut) CV Patappulo, Alfian bertekad akan mendirikan mini market di setiap desa/kelurahan di Kabupaten Bone yang diberi nama Patappulo Mart.


"Saya ingin menyampaikan secara terbuka bahwa saya dan beberapa kawan mungkin akan melakukan sebuah gerakan yang akan merekrut orang-orang disetiap desa maupun kelurahan, dan saya bisa jamin demi Allah saya melakukannya bukan bertujuan untuk politik namun demi terwujudnya cita-cita seorng Alfian bagaimana Bone harus kuat melawan covid dengan tetap bisa bertahan di kondisi ekonomi saat ini," ujar Alfian dengan tegas.


"Saya ingin Patappulo mart ada disetiap desa dan kelurahan di Kabupaten Bone, dan cara ini saya lakukan karena saya bukan Khairul Tanjung bahkan bukan Antoni Salim, namun saya Alfian ingin mengajak para orang muda desa/kelurahan ikut berkontribusi bagi Bonenya terkait menjaga ekonomi stabil ditengah pandemi," ujarnya lagi.


"Saya ingin dekatkan warga dengan pasarnya, yang dimana gadde gadde (penjual eceran toko-toko kecil) kita sulap menjadi gerai yang dimana ada kenyamanan disaat belanja. Warga tak perlu jauh-jauh belanja ditempat yang nyaman karena ber AC. Jika ada niat baik didalamnya dan ingin berbuat maka Insya Allah akan jadi," tegasnya lagi.


Ia pun memiliki sebuah konsep komitmen di Pattapulo mart nantinya yakni komitment kehadiran Patappulo mart, 30% produk lokal dan 70% produk konvensional.


"Jika ada orang dekatta, apakah dia kepala desa ataupun masyarakat, yang jelas bisa mensupport perihal ini maka pertemukan saya sembari saya buat ditempat yang sudah ada siapa saat ini. Bantuma cari tempat InsyaAllah 1 gerai 4 tenaga kerja minimal," ujarnya.


"Insya Allah saya tidak tertarikmi dipolitik profesi sebelum saya khatam ekonomi, artinya dak mau kalo dipolitik profesi saya dapat uang. Politik profesi bertujuan mendapatkan kekuasaan unutk mewujudkan apa yang menjadi isi pikiran kita didalam memperbaiki tempat yang kita kuasai. Kalo tujuannya ekonomi, pikiran untuk memperbaiki pasti dak sempat bro," tegasnya lagi.


"Saya pernah jadi anggota DPRD yang dimana saat itu saya tidak khatam ekonomi. Apa yang terjadi, saya kadang terbeli, mau diapa kita punya istri dan anak. Saya jujur saja bro dan begitulah adanya," ujar Alfian dengan jujurnya


"Seandainya masyarakat memilih kita tak perlu pake duit yaa mungkin kita tak perlu mikir soal ekonomi keluarga tapi tidak bro. Jadi politik profesi bagi saya, khatam ekonomi peki sebelum dan setelah menjabat karena kalo tidak besar kemungkinan anda terbeli," ujarnya lagi.


Ia pun mengemukakan bahwa sejumlah usahanya telah berjalan seperti Alat Pelindung Diri (APD), handzanitiser, galon tempat air cuci tangan, masker dan masih banyak lainnya, namun khusus untuk foto copy dan ATK, minggu depan baru akan dimulai di CV Patappulo.


Alfian T Anugerah yang juga pernah merasakan jeruji besi ini karena diduga lalai dalam pengawasan pembangunan kolam bibit benih di Kecamatan Amali Kabupaten Bone, mengakui bahwa dirinya pernah mau bergelut di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Bone tetapi dirinya terkendala di regulasi.


"Kemarin saya punya niat untuk mengembangkan PDAM dan Perusda, namun pemerintah dalam hal ini Mendagri keluarkan Permendagri di 2018, mantan napi dak bisa jadi direksi, jadi saya memilih usaha yang bertujuan dapat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dan Kabupaten Bone terutama di masa pandemi ini," pungkasnya. (Rasul)


×
Berita Terbaru Update