-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

KPPN Sinjai Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia

09 Desember 2020 | 8:29 PM WIB |

RAKYATSATU.COM, SINJAI - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai melakukan deklarasi “Tolak Segala Bentuk Korupsi”, sebagai peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), Rabu (09/12/2020).


Dalam keterangannya, Anas Fazri Kepala KPPN Sinjai menyampaikan bahwa awal dari dikenalinya kebaikan adalah karena dimaklumatkan, demikian pula awal dikenalinya keburukan juga karena dimaklumatkan.


"Betapa celakanya ketika keburukan dipropagandakan dimana-mana, sementara kebaikan seperti ajakan menolak segala bentuk korupsi ini tidak dimaklumatkan," katanya.


Menurutnya, deklarasi yang dilakukan hari ini perlu dibanggakan, karena merupakan bentuk kebaikan, jangan sampai propaganda keburukan lebih populer dibandingkan kebaikan-kebaikan.


"Kami sengaja mempublikasikan kegiatan peringatan Hakordia ini bukan untuk pencitraan, tetapi supaya masyarakat tahu bahwa kebaikan-kebaikan seperti kejujuran, disiplin, tidak menerima suap/tip masih dijunjung tinggi sebagai nilai-nilai yang luhur, termasuk di institusi Pemerintah seperti KPPN Sinjai ini," pungkasnya.


Di Indonesia, korupsi juga dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa karena memiliki 5 karakteristik, yaitu:

1. Berpotensi dilakukan oleh siapa saja

2. Korban kejahatan bersifat acak

3. Terorganisir, pelakunya tidak tunggal

4. Dapat bersifat lintas negara

5. Dampak masifnya merusak sendi-sendi kehidupan.


Lebih lanjut Anas menambahkan, peringatan ini mengajak kita semua, khususnya para pengelola keuangan negara untuk berhati-hati dan membentengi diri dari kecenderungan melanggar. Lebih-lebih di akhir tahun anggaran ini, ketika semua berusaha mengejar target realisasi anggaran, jangan sampai mengabaikan prinsip-prinsip akuntabilitas.


"Anti korupsi harus ditanamkan sejak dini melalui penanaman nilai-nilai integritas. Para orang tua harus menanamkan kepada anak-anaknya, misalnya tidak mencontek lebih mulia dibandingkan mendapat nilai bagus tetapi dari hasil tidak jujur," jelasnnya.


"Dengan menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut, insya Allah kita tidak tergoda untuk melakukan tindak pidana Korupsi," kunci Anas Fazri menutup bincang-bincangnya. (Ads)

×
Berita Terbaru Update