Iklan

09/09/20, 20:48 WIB
Last Updated 2020-09-21T03:50:38Z
DaerahNetralitas ASNPemkab SoppengSOPPENG

Sekda Soppeng : ASN Wajib Netral di Pilkada


RAKYATSATU.COM, SOPPENG
- Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Soppeng, yang bertanggung jawab dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Soppeng, saat ini gencar melakukan sosialisasi, dalam menegakkan asas netralitas pada Pilkada 2020.


Hal tersebut diungkapkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Soppeng, H Andi Tenri Sessu, pada Podcast Bincang Santai dengan tema 'Netralitas ASN di Pilkada Soppeng', Rabu (09/09/2020).


"Kami terus berupaya melakukan sosialisasi agar teman-teman ASN dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan, terutama yang berbenturan dengan aturan yang ada," kata Sekda, HA Tenri Sessu.


Dijelaskan dia, pada pesta demokrasi baik Pemilu maupun Pilkada, ASN memiliki batasan yang harus dipatuhi.


"ASN memiliki batasan dalam Pilkada. Batasannya mulai dari ucapan, tingkah laku, perbuatan termasuk tulisan yang melanggar peraturan, dapat dikenakan sanksi baik dinas maupun diluar kedinasan," jelasnya.


Agar tercipta pesta demokrasi yang bersih, bermartabat, HA Tenri Sessu yang juga merupakan pembina ASN di Kabupaten Soppeng meminta para ASN menempatkan dirinya

.

"Saya himbau seluruh ASN untuk tidak terlibat didalam pelaksanaan Pilkada. Tempatkan diri sesuai dengan tupoksi, sampingkan seluruh hubungan di masa Pilkada. Jadilah ASN profesional dan taat perundang-undangan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Bawaslu Soppeng Winardi mengatakan, ASN itu tidak boleh memihak, intervensi terutama yang berbau Pemilu dan Pilkada.


"Dalam aturan, ASN sudah terikat, dan sangat penting dan wajib untuk tidak terlibat pada Pilkada," kata Winardi.


Bersinergi dengan Pemerintah dalam menciptakan Netralitas, Bawaslu juga massif dalam sosialisasi agar ASN tidak melibatkan diri disetiap pemilihan.


"Untuk pencegahannya, kami melakukan himbauan dengan massif, himbauan tersebut dilakukan langsung di SKPD. Pak Sekda juga pernah kami undang pada tahapan pertama kemarin," jelas Winardi.


Kedati demikian, Winardi menjelaskan penegakan netralitas tidak dapat dilakukan tanpa adanya keterlibatan semua pihak untuk menciptakannya.


"Tidak ada apa-apanya himbuan kami, tanpa adanya keterlibatan semua unsur dalam mencipta netralitas pada pesta demokrasi," pungkasnya.


Dirinyapun berharap, pada Pilkada Soppeng yang tengah berjalan ini ASN menempatkan diri dan terus menjaga kode etiknya agar terhindar dari keterlibatan Pilkada.


"Kami berharap ASN netral saja di Pilkada, tidak usah banyak gerakan tambahan. Cukup gunakan saja hak pilihnya di TPS, karena jika tidak netral, maka sama saja anda menjerat diri anda sendiri," kuncinya. (**)