-->

Iklan

Iklan

Dinkes Soppeng Bantah Dua Warga Positif Tidak Ditangani Karena KTP

23/07/20, 22:16 WIB Last Updated 2020-07-23T14:16:33Z
RAKYATSATU.COM, SOPPENG
- Dua warga positif Covid-19 yang bermukim di Desa Maccile, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng tidak mendapatkan perawatan. Hal itu diduga karena keduanya tidak berdomisili di Desa tersebut.

Kepala Desa Macile Herman mengatakan enam warga di Desanya telah mengikuti pemeriksaan Swab pada Selasa (21/07/2020), dan yang bersangkutan reaktif Covid-19.

Lanjut dia, empat positif sudah ditangani dihari yang sama, namun dua lainnya tidak mendapatkan perawatan hingga hari ini (Kamis,-red).

"Ada enam orang Positif pada Selasa lalu, hanya empat yang ditangani diruang isolasi RSUD Latemmamala, yang dua belum ditangani, baru hari ini Kamis akan dirujuk ke Makassar," kata Herman, Kamis (23/07/2020).

Tidak dilakukannya tindakan perawatan oleh kedua orang tersebut karena keduanya bukan warga (KTP, -red) Kabupaten Soppeng dan ruang isolasi telah penuh.

"Tidak ditangani cepat karena bukan KTP Soppeng, hal itu disaksikan Babinsa dan saya sudah menjalaskan itu warga saya, sementara satunya sudah mengisolasikan diri di rumah kosong," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang membantah bahwa dua pasien postif yang tidak dirawat di ruang isolasi bukan karna KTP, melainkan ruang isolasi telah penuh.

"Perawatan kita tidak mengenal KTP, selama ada tempat dan memungkinkan kita akan rawat, dan dua hari tidak ditangani itu tidak benar,"  terangnya.

Dikonfirmasi berbeda, Anggota DPRD Kabupaten Soppeng H Ismail mengaku kecewa dan mempertanyakan kinerja Dinas Kesehatan lantaran telah membiarkan dua warga macile tidak dirawat. 

"Sudah dua hari belum dirawat, malah mau di rujuk ke Makassar. Kenapa tidak dirawat di Soppeng, kalau masalah full ruang isolasi, kenapa tidak dirawat bersamaan dengan  4 orang itu, kenapa mesti dipisahkan," urainya.

Tidak sampai disitu, kekecewaannya juga diungkapkan karena warga tersebut dibiarkan isolasi mandiri tanpa mendapatkan penanganan khusus dari tim kesehatan.

"Ini tidak ditangani cepat, apalagi satu orang memiliki bayi. Kalau di rujuk, nanti ibunya tambah down," tambahnya.

Dia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, dan Dinas kesehatan harus menyiapkan ruang isolasi khusus untuk Orang tanpa gejala (OTG).

"Semoga tidak ada terjadi lagi seperti ini,
Dinas Kesehatan mengupayakan tempat untuk isolasi mandri bagi OTG," harapnya. (Red)




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dinkes Soppeng Bantah Dua Warga Positif Tidak Ditangani Karena KTP

Terkini

Iklan