Iklan

Iklan

Ketua FPI Bone Sesalkan Pembagian Telur Busuk Bantuan BPNT di Desa Gona, Dinsos Harus Lakukan Tindakan

08/06/20, 16:57 WIB Last Updated 2020-06-08T08:57:19Z

RAKYATSATU.COM, BONE
- Penyaluran bantuan sosial secara non tunai yang merupakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT? kepada masyarakat dinilai lebih efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, serta tepat administrasi ternyata masih bermasalah.

Hal itu terbukti di Desa Gona Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Di mana dalam penyaluran bantuan tersebut khususnya berupa telur, didapatkan puluhan rak telur busuk yang dibagikan ke masyarakat, sehingga masyarakat pun berbondong-bondong mengembalikan telur busuk tersebut.

Penyaluran telur busuk ala BPNT tersebut pun mendapat tanggapan dari reaksi dari Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bone, Andi Zulfikar Taufik.

Bahkan Andi Zulfikar Taufik sangat menyayangkan dan menyesalkan hal itu.

"Saya sangat menyesalkan adanya bantuan yang tidak memenuhi standar, sebab sebagaimana yang ada dalam juknisnya tidak seperti itu, dan kami harap dinas terkait agar segera menindak lanjuti laporan masyarakat agar suplaiyer segera mengganti bantuan yang layak konsumsi agar tidak menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat," tegas Andi Zulfikar Taufik, Senin (08/06/2020).

"Harapan kami sebelum bantuan sampai ke masyarakat agar kiranya Dinas Sosial melakukan pengecekan kelaikan bantuan terlebih dahulu," harap Andi Zulfikar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan rak telur busuk dari BPNT dibagikan ke masyarakat penerima BPNT tersebut.

Di Desa Gona Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Puluhan rak (sekira 70 rak) berisi telur busuk yang diterima KPM (lebih dari 300 KPM) di desa tersebut.

"Ada sekira 70 rak lebih telur busuk yang diterima masyarakat dari program BPNT," ujar salah seorang warga yang tidak ingin dimediakan namanya, Senin (08/06/2020).

Sementara itu, secara terpisah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kajuara, Aswan yang bertugas membantu menyelenggarakan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan yang dikonfirmasi, mengatakan, sebenarnya bukan hanya hanya sekira 70 rak tetapi lebih dari 80 rak.

Aswan mengakui kalau saat ini dirinya bersama Kepala Desa Gona Kecamatan Kajuara, sementara melakukan pendataan terkait telur busuk tersebut untuk diganti.

"Kami sudah koordinasi dengan kadesnya dan saat ini saya tinggal menunggu data lengkapnya berapa semua yang busuk dan akan digantikan secepatnya dari suplayer," ujar Aswan.

Ia mengakui pula kalau dirinya sudah menghubungi suplayer tersebut yang tinggal di Kota Parepare. (Rasul)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua FPI Bone Sesalkan Pembagian Telur Busuk Bantuan BPNT di Desa Gona, Dinsos Harus Lakukan Tindakan

Terkini

Iklan