• Copyright © RAKYATSATU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Selain Bertambah, PDP Warga Bone Meninggal Dunia, Jubir : Masyarakat Jangan Panik

    08 Mei, 2020, Mei 08, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    RAKYATSATU.COM, BONE
    - Pasien Dengan Pengawasan (PDP) kembali bertambah di Kabupaten Bone, kali ini seorang ibu hamil tua (32) yang hendak melahirkan dari Desa Biru Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.



    Menurut Juru Bicara PPC-19 Kabupaten Bone dr Yusuf Tolo bahwa PDP asal Desa Biru tersebut mau melahirkan di Puskesmas Palakka Kahu, karena presentase bokong, maka ibu tersebut dirujuk ke RSUD Sinjai, pada hari Jumat (08/05/2020) sekira pukul 08.00 Wita.



    "Di RSUD Sinjai dilakukan rapid test Covid-19 terhadap ibu tersebut dan hasilnya reaktif," jelas dr Yusuf Tolo, Jumat (08/05/2020) malam.



    Ia menjelaskan bahwa, adapun riwayat perjalanan ibu itu adalah pasien kembali dari Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa 26 hari yang lalu tanpa ada keluhan.



    "Saat ini petugas dan keluarga yang ada riwayat kontak langsung maupun tidak langsung dengan pasien sementara isolasi mandiri, lingkungan puskesmas juga sudah disemprot desinfektan," jelas dr Yusuf.



    Selain itu, salah seorang lelaki (48) dari Dusun Lacikong Desa Gattareng, Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone, meninggal dunia pada hari Jumat (08/05/2020) sekira pukul 14.22 Wita di Rumah Sakit Faisal Makassar. dengan status PDP.


    dr Yusuf menjelaskan bahwa lelaki tersebut dirujuk dari PKM Salomekko ke RSUD Sinjai pada tanggal 3 Mei 2020 lalu dengan diagnosis masalah pada lambung, yakni kebocoran pada lambung.



    "Tidak ada status mengarah ke Covid-19, tidak ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit. Hari ini kami terima informasi dari provinsi kalau yang bersangkutan meninggal dunia dengan status PDP di RS Faisal dan sudah dikebumikan di Makassar secara protokol," jelas dr Yusuf.



    Lanjutnya, keluarga lelaki tersebut di yang ada di Kecamatan Salomekko sudah melakukan kontak dengan petugas Puskesmas untuk isolasi sambil menunggu hasil swabnya.



    "Termasuk petugas PKM Salomekko yang pernah menangani juga kami minta isolasi mandiri," jelasnya lagi. 



    Dengan adanya hal tersebut, maka ia menghimbau dan mengharapkan masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada serta bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 ini dengan tetap mematuhi himbauan Pemerintah.


    #SalamTangguh

    #BoneBisa

    #BersamaRakyatBerSatuMelawanCovid19

    (Rasul)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini