ads

21 October, 2019

Ini Pengakuan Tukang Bubur Ayam Terhadap JKN-KIS BPJS Kesehatan

Ini Pengakuan Tukang Bubur Ayam Terhadap JKN-KIS BPJS Kesehatan
banner 336x280

RAKYATSATU.COM, BONE – Seorang pedagang bubur ayam, Aat (45) warga Kelurahan Watampone, Kabupaten Bone, tampak bersemangat menceritakan pengalamannya sebagai peserta program JKN - KIS saat ditemui tim jamkesnews beberapa hari lalu.

Sejak tahun 2014, Aat menjadi peserta JKN - KIS segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI APBD) beserta keluarganya, istri dan dua orang anak yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

“Saya diberikan kartu ini (sambil mengeluarkan kartu JKN-KIS dari dompet miliknya) sejak lima tahun yang lalu oleh Pak Lurah, ini ditanggung oleh pemerintah. Istri dan anak dapat semua, saya sangat bersyukur menerima kartu ini, karena biaya berobat saya dan keluarga telah dijamin oleh JKN-KIS," ujar Aat sambil menuang bubur ke dalam mangkuk.

Sebagai kepala rumah tangga, Aat yang berprofesi sebagai pedagang bubur ayam ini merasa aman dan tidak was - was lagi dengan adanya program JKN - KIS. Bagaimana tidak, ia tidak perlu lagi memikirkan bagaimana biaya berobat anak istrinya dapat terpenuhi karena telah dijamin oleh JKN-KIS yang iurannya dibayarkan melalui pemerintah. 

“Ibarat pepatah nasi sudah jadi bubur semoga tidak terjadi untuk kita semua berkat program JKN – KIS ini,” lanjut Aat. 

Sejak menjadi peserta JKN - KIS, ia sudah pernah merasakan manfaat dari program tersebut. Ia menggunakan untuk berobat jalan di puskesmas tempatnya terdaftar. 

Menurutnya pelayanan di fasilitas kesehatan itu sangat mudah, tidak seperti berita-berita yang beredar di masyarakat.

"Yang penting kita pakainya sesuai prosedur, pasti tidak sulit,” tutur Aat.

Terakhir ia mengucapkan rasa terima kasih kepada peserta JKN - KIS yang telah berpartisipasi dan rutin melakukan pembayaran iuran tiap bulannya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, serta mengajak kepada semua masyarakat untuk segera mendaftar sebagai peserta JKN – KIS sehingga tidak perlu khawatir jika suatu saat jatuh sakit dan butuh memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia pun berharap program ini tetap ada, karena manfaatnya sangat nyata bagi masyarakat.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed