ads

15 September, 2019

Menengok Tradisi Pembersihan Sumur Jodoh di Bone

Menengok Tradisi Pembersihan Sumur Jodoh di Bone
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Ada satu tradisi yang selalu dilakukan oleh masyarakat Lingkungan Waru Kelurahan Bulutempe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone yakni membersihkan melaksanakan pesta rakyat sekaligus membersihkan empat (4) buah sumur dalam satu lokasi yang bernama Sumur Waru.

Seperti pada hari ini, Minggu (15/09/2019), ratusan masyarakat setempat dan bahkan dari luar Kecamatan Tanete Riattang Barat, menyaksikan pembersihan Sumur Waru tersebut karena pembersihannya dirangkaikan dengan pesta rakyat seperti makan bersama dan "mallanca".

Menurut warga setempat, Sumur Waru yang berdekatan empat ini, keberadaannya sudah ratusan tahun dan konon kabarnya merupakan pula sumur jodoh.

"Berdasarkan cerita warga di sini, Sumur Waru ini, sudah ratusan tahun keberadaannya dan masih ada yang mempercayai kalau air sumur tersebut dapat membuka jodoh," ujar Lurah Bulutempe, M Ridwan.

Pasalnya, apabila ada perawan atau bujang yang susah dapat jodoh dan mandi di sumur tersebut maka jodohnya akan terbuka.

Hal senada diungkapkan Kepala Lingkungan Waru, Muh Nur. Bahkan menurutnya, sumur yang usianya sudah ratusan ini dibersihkan setiap tahunnya dan hal itu sudah menjadi rutinitas.

"Biasanya dilakukan pembersihan setelah panen padi setiap tahunnya," ujar Muh. Nur.

Lanjutnya, sebelum membersihkan keempat Sumur Waru ini biasanya dilakukan acara syukuran berupa pesta rakyat sebagai rasa syukur terhadap Tuhan YME atas segala rezeki dan khususnya karena panen masyarakat berhasil.

Sementara itu menurut salah seorang tokoh masyarakat Waru, Asmar bahwa selain diyakini sebagai pembuka jodoh, air Sumur Waru ini sangat membantu masyarakat Lingkungan Waru untuk mengairi persawahan terutama di musim kemarau.

"Bagi yang ingin cepat mendapatkan jodoh agar mandi ditempat tersebut ataupun mengambil air untuk dibawa kerumah. Air sumur ini sangat membantu masyarakat lingkungan Waru terutama saat musim kemarau, air dapat digunakan untuk mengairi persawahan juga digunakan untuk mandi, mencuci dan lainnya," tutur Asmar.

Apabila kegiatan pembersihan Sumur Waru (sumur jodoh) ini dilaksanakan maka dilanjutkan makan bersama dan tadisi malanca oleh warga.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed