ads

07 September, 2019

Biadab, Penjual Asongan di Soppeng Cabuli Anak Dibawah Umur di WC Masjid

Biadab, Penjual Asongan di Soppeng  Cabuli Anak Dibawah Umur di WC Masjid
banner 336x280
banner 336x280


RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Kejadian asusila terhadap anak dibawah umur melibatkan penjual asongan di Soppeng.

Terduga tersangka inisial IA (60) tega melampiaskan nafsu birahinya kepada anak gadis umur 9 tahun di WC salahsatu Masjid di Kabupaten Soppeng.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Rujiyanto saat dikonfirmasi media membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya sudah menahan pelaku di Mapolres Soppeng. 

"Ia betul ada kejadian tersebut pelaku inisial IA, saat ini diintrogasi, sisa kami menunggu dari saksi dan korban yang lain, karna ini bukan cuma satu korabannya tetapi banyak," kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi, Minggu (07/09/2019).

Sementara dari keterangan keluarga korban, Andi Risma mengatakan, adiknya mengalami kejadian itu sudah dua tahun lamanya.

"Kami (keluarga,-red) baru tau kejadian itu setelah bunga kami bawa ke dokter untuk diperiksa Kamis (05/09/2019) lalu, dan hasilnya bunga sudah tidak seperti anak seusianya pada umumnya," kata Risma saat ditemui.

Lebih jauh dia menjelaskan, bunga (inisial) kemudian menceritakan bahwa dirinya sering dijadikan objek pelampiasan nafsu oleh pedagang asongan tersebut sesaat dia pulang dari mengaji.

"Nanti sudah dari dokter baru mau dia cerita, itupun dia cerita tidak terlalu banyak karna mungkin terauma dan takut," ungkapnya.

Dikatakan dia, bunga tidak pernah menceritakan apa yang dialaminya lantaran dia dan beberapa teman sebayanya diancam pelaku jika membeberkan aksinya.

Senada yang dikatakan teman bunga, Slamet (inisial) juga pernah melihat kalau bunga disetubuhi oleh pelaku di WC masjid. Namun dirinya tidak dapat berbuat apa-apa karena diancam oleh pelaku.

"Iye saya pernah liat di WC Masjid, dan itu penjual mengancam saya kalau ribut," ungkapnya.

Mengetahui hal itu, pihak korban lansung melaporkan kejadian tersebut di pihak kepolisan dan berharap korban diberi hukuman seberat-beratnya. (Red)
Don't Miss

News Feed