ads

14 August, 2019

Panitia Merah Putih Tangkulara Terus Permantap Persiapan Pembentangan Merah Putih 74 Meter di Laut

Panitia Merah Putih Tangkulara Terus Permantap Persiapan Pembentangan Merah Putih 74 Meter di Laut
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Menjelang persiapan puncak acara pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 74 meter, yang rencananya akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2019 di Bone Tanre Kawasan Tangkulara, Kabupaten Bone, panitia Merah Putih Tangkulara terus melakukan serangkaian persiapan.

Seperti pada hari ini, Rabu (14/08/2019) bertepatan peringatan Hari Pramuka ke 58 tahun 2019, panitia Merah Putih Tangkulara, menggelar rapat koordinasi lintas instansi/lembaga serta beberapa tokoh masyarakat pesisir pantai dan TNI-POLRI, Basarnas, Syahbandar di kafe Labuan Cofee Bar Bajoe.

Ketua panitia Merah Putih Tangkulara, Rusmin Igho mengatakan, rapat koordinasi ini untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait menjelang (H-4) pelaksanaan kegiatan serta membahas teknis pelaksanaan kegiatan diantaranya kondisi dan cuaca pada saat kegiatan, keamanan dan keselamatan peserta.

Dalam paparannya, Rusmin Igho menyampaikan bahwa, sejauh ini sudah ada sekitar 100 unit kapal yang telah melakukan registrasi dan menyatakan kesiapannya mengikuti kegiatan.

"Untuk kapal nelayan yang akan mengikuti lomba kapal hias yakni 12 unit kapal berkapasitas 10-18 gt, 27 unit dengan kapasitas 3 GT serta 60 unit speed boat," tuturnya.

Selain itu, sekitar 15 kapal dari lintas instansi juga telah mengkonfirmasikan kehadirannya.

"Sekitar 500 orang akan terlibat langsung dalam acara pembentangan bendera merah putih 74 meter di Bone Tanre Kawasan Tangkulara 18 Agustus 2019 nanti," tambahnya.

Rapat yang dihadiri oleh Komandan Batalyon C Pelopor  (Kompol Ichsan ) , serta beberapa Tokoh Masyarakat Pesisir ini

Menanggapi hal tersebut, Andi Sultan Kepala Basarnas Bone, menuturkan bahwa sejauh ini Basarnas telah berkoordinasi dengan beberapa pihak termasuk pihak Syahbandar Bajoe, Polair, OPP dan BPBD untuk bersinergi sekaligus menyatukan persepsi.

"Yang utama adalah keamanan maupun keselamatan seluruh peserta pada saat kegiatan berlangsung, ini kegiatannya dilaut kondisi alam tentu tidak bisa kita kondisikan. Olehnya, seluruh pihak dapat bersinergi demi kelancaran kegiatan," papar Andi Sultan.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Bone turut menyampaikan bahwa pada saat kegiatan berlangsung, mulai dari star sampai dengan kepulangan, para peserta wajib menggunakan alat keamanan.

"Kami dari Syahbandar sangat mengharapkan kerjasama panita untuk memastikan sekaligus sebagai upaya antisipasi terjadinya emergency (keadaan darurat) maka seluruh peserta yang terlibat wajib menggunakan fasilitas keamanan," harapnya.

Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nurichsan yang menghadri rapat tersebut menambahkan, bahwa sebelum hari H perlu diadakan check lokasi utk memastikan kondisi air pada saat jam D nya dan digladykan rangkaian acara nya, supaya ada gambaran tentang pelaksanaan kegiatan nantinya.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed