ads

05 July, 2019

Tidak Hanya Sekolah, Zonasi Juga Diberlakukan Untuk CJH

Tidak Hanya Sekolah, Zonasi Juga Diberlakukan Untuk CJH
banner 336x280
RAKYATSATU.COM - Dalam haji 2019, Kemenag memberlakukan sistem zonasi provinsi. Jadi jemaah haji asal Jatim akan tinggal di hotel dalam satu zona di Tanah Suci.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut kedatangan Calon Jemaah Haji (CJH) Jatim kelompok terbang (kloter) pertama dan kedua di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes). Ia meminta ratusan calon jemaah mensyukuri kesempatan berhaji dan menjaga nama baik Indonesia di Arab Saudi.

"Kesempatan baik ini, saya ingin mengajak kita semua khususnya jamaah haji untuk bersyukur. Karena kita mendapat peluang berhaji. Kenikmatan yang luar biasa yang tidak semua muslim mendapatkan kesempatan peluang ini. Hidup ini hakikatnya dua. Bersyukur dan bersabar," kata Lukman Hakim saat memberikan sambutan di Hall Mina, Ahes, Jumat (05/07/2019).

Menurut Lukman, ada pelayanan baru yang bisa dinikmati calon jemaah haji kloter pertama dan kedua tersebut. Kemudian pihaknya juga menerapkan sistem zonasi haji.

"Hotel minimal bintang tiga, makanan, transpor dan bus yang baru. Ini akan dirasakan insyaallah jemaah tahun ini. Tapi ada juga yang baru yang tidak dialami jemaah sebelumnya. Antara lain bahwa nanti panjenengan (Bapak dan Ibu) tinggal selama di Mekah di satu zonasi khusus Jatim," imbuh Lukman.

Jadi tahun ini diterapkan zonasi embarkasi provinsi. Biasanya jemaah satu provinsi tersebar, sehingga jemaah yang satu keluarga kerap kesulitan bertemu. Tidak hanya itu, tersebarnya jemaah asal satu wilayah juga membuat koordinasi petugas tidak mudah.

Pada musim haji tahun ini, Kementerian Agama menyiapkan tujuh zonasi. Setiap embarkasi provinsi berada di satu wilayah.

"Berada di hotel di satu wilayah ini memudahkan koordinasi petugas. Petugas di sana menguasai bahasa jemaahnya. Karena, maaf saja, ada yang bus daerah, bahasa Indonesia dia kurang paham. Terutama yang sepuh," tambah Lukman.

Jemaah dua kloter pertama di Ahes ini berasal dari Kabupaten Magetan sebanyak 445 orang, Ngawi 315 orang, Ponorogo 62 orang, dan Kota Surabaya 68 orang. Mereka tiba di Ahes, Sukolilo, Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

Sesuai jadwal, jemaah kloter 1 dan 2 akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu (6/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Paginya, menyusul masuk ke Ahes kloter 3, 4, dan 5.  ( Dalam haji 2019, Kemenag memberlakukan sistem zonasi provinsi. Jadi jemaah haji asal Jatim akan tinggal di hotel dalam satu zona di Tanah Suci.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut kedatangan calon jemaah haji Jatim kelompok terbang (kloter) pertama dan kedua di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes). Ia meminta ratusan calon jemaah mensyukuri kesempatan berhaji dan menjaga nama baik Indonesia di Arab Saudi.

"Kesempatan baik ini, saya ingin mengajak kita semua khususnya jamaah haji untuk bersyukur. Karena kita mendapat peluang berhaji. Kenikmatan yang luar biasa yang tidak semua muslim mendapatkan kesempatan peluang ini. Hidup ini hakikatnya dua. Bersyukur dan bersabar," kata Lukman Hakim saat memberikan sambutan di Hall Mina, Ahes, Jumat (5/7/2019).

Menurut Lukman, ada pelayanan baru yang bisa dinikmati calon jemaah haji kloter pertama dan kedua tersebut. Kemudian pihaknya juga menerapkan sistem zonasi haji.

"Hotel minimal bintang tiga, makanan, transpor dan bus yang baru. Ini akan dirasakan insyaallah jemaah tahun ini. Tapi ada juga yang baru yang tidak dialami jemaah sebelumnya. Antara lain bahwa nanti panjenengan (Bapak dan Ibu) tinggal selama di Mekah di satu zonasi khusus Jatim," imbuh Lukman.

Jadi tahun ini diterapkan zonasi embarkasi provinsi. Biasanya jemaah satu provinsi tersebar, sehingga jemaah yang satu keluarga kerap kesulitan bertemu. Tidak hanya itu, tersebarnya jemaah asal satu wilayah juga membuat koordinasi petugas tidak mudah.

Pada musim haji tahun ini, Kementerian Agama menyiapkan tujuh zonasi. Setiap embarkasi provinsi berada di satu wilayah.

"Berada di hotel di satu wilayah ini memudahkan koordinasi petugas. Petugas di sana menguasai bahasa jemaahnya. Karena, maaf saja, ada yang bus daerah, bahasa Indonesia dia kurang paham. Terutama yang sepuh," tambah Lukman.

Jemaah dua kloter pertama di Ahes ini berasal dari Kabupaten Magetan sebanyak 445 orang, Ngawi 315 orang, Ponorogo 62 orang, dan Kota Surabaya 68 orang. Mereka tiba di Ahes, Sukolilo, Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

Sesuai jadwal, jemaah kloter 1 dan 2 akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu (6/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Paginya, menyusul masuk ke Ahes kloter 3, 4, dan 5.  (Sun/Fat/Detik.com)


Don't Miss

News Feed