ads

31 March, 2019

LAC Bone Gelar Lomba Panah Kategori Suami Istri, Ini Kata Pasangan Dokter Dari Kolaka

LAC Bone Gelar Lomba Panah Kategori Suami Istri, Ini Kata Pasangan Dokter Dari Kolaka
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Lapatau Archery Club (LAC) Kabupaten Bone sukses menggelar lomba panahan/Archery dalam rangka memperingati Hari Jadi Bone (HJB) ke 689 tahun 2019 di stadion Persibo Watampone, Jl Jenderal Sudirman Watampone, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Minggu (31/03/2019).

Meski pada lomba panahan tersebut yang diperlombakan adalah kategori usia 15 tahun, namun ada lomba tambahan yang sangat berkesan bagi peserta lomba yakni kategori Couple Shoot lomba panahan pasangan suami istri, jarak 10 meter untuk istri dan 15 meter untuk suami dengan hanya menggunakan masing-masing tiga (3) anak panah dengan menggunakan busur tradisional.

Pada lomba tersebut, istri duluan memanah didampingi suami yang membawakan anak panah begitu juga sebaliknya saat suami yang memanah.

Di lomba ini, terlihat/nampak kebersamaan, kasih sayang dan kemesraan dan kerjasama serta komunikasi antar pasangan.

Di lomba ini pula diikuti salah satu pasangan suami istri, dokter (dr) spesialis dari Kota Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Meski tidak berhasil meraih juara, namun pasangan dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka mengaku bahagia dan sangat senang dengan lomba Archery yang dilaksanakan LAC Kabupaten Bone.

"Lomba Couple Shoot ini sangat bermanfaat bagi atlet pemanah karena yang boleh ikut lomba adalah pasangan suami istri, sehingga lomba ini tentu menciptakan kerjasama dan saling mendukung serta menunjang dan terlahir rasa persaudaraan sesama Archer," ujar dr Anas, yang merupakan dokter spesialis atau ahli bedah yang didampingi istrinya dr Fitri Emizola, spesialis paru-paru.

Ajang ini bisa menjadi refreshing disamping berlomba karena ada lomba kelas pasangan suami istri. Sehingga keakraban para Archer/pemanah sangat bagus dan sangat harmonis dan tentu silaturahmi juga demikian.

dr Anas bersama istrinya dr Fitri Emizola yang ditemui Rakyatsatu.com, usai lomba menceritakan bagaimana sampai ia bersama istri dan anak-anaknya menjadi aercher/pemanah.

"Dulu saya senang menembak dan berburu, namun ada rekan sejawat (sesama dokter) bedah yang mengkritisi bahwa tanganmu kamu pakai membunuh binatang maka tangan tersebut tidak akan menjadi berkah apalagi terhadap pasien," ujarnya.

Namun sebelum ia menggeluti menembak, dr Anas awalnya memiliki hobby memancing tetapi pernah tenggelam dan masuk koran maka ia berhenti memancing.

"Saya awalnya iseng-iseng memanah guna mencari hiburan karena tentu ada perasaan jenuh di rumah sakit saja terus. Lalu pada tahun 2014, saya mulai memegang busur dan anak panah," ujarnya sambil tersenyum.

Sejak itu, ia mulai menekuni Archery dan keluarganya juga dibawa ke tempat latihan. Namun istrinya mulai memegang busur beserta anak panahnya pada tahun 2017.

Sejumlah prestasi pun disabet dr Anas, diantaranya juara I Antam Open 2018 babak Aduan dan mengikuti event nasional Kartini Open 2017 di Jawa Tengah serta beberapa kali di Kejurda Sultra.

"Saya mulai baru sekitar satu tahun, awalnya ngantar suami dan anak latihan. Dari situlah saya akhirnya tertarik dan mulai memegang busur dan anak panah," ujar dr Fitri Emizola.

Sementara dua anaknya, yakni Istna Hasan (11) yang duduk di kelas VI SD ini telah mengoleksi tujuh (7) medali emas, satu perak dan satu perunggu. Sedangkan Yasmin (10) murid SD kelas IV sudah pernah mendapatkan satu medali perunggu.

"Di Porprov Sultra tahun 2018, saya berhasil mendapat dua emas dan satu perunggu. Kalau mama meraih satu medali emas dan satu perak sementara adek saya telah meraih satu perunggu," ujar Istna Hasan, anak laki-laki pasangan dr Anas dan dr Fitri Emizola.

Pada lomba Couple Shoot yang diikuti 14 pasangan suami istri itu, juara I diraih pasangan dr Ilham spesialis THT yang juga dari Kolaka, Sultra.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed