ads

19 February, 2019

Operation Room Tekankan Informatika Menjurus Jabatan Fungsional

Operation Room Tekankan Informatika Menjurus Jabatan Fungsional
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, WAJO - Rombongan Konsultasi dan Koordinasi Komisi I DPRD Kabupaten Wajo diterima langsung oleh Ketua Tim Harian Tim Operation Room, di Lantai 10, Gedung Pemkot Makassar Sulsel.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Wajo, H Ahsanul Hak Nawawi menyampaikan maksud atau tujuan kunjungan terkait implemetasi PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dalam Manajemen Berbasis Kompetensi Bidang Komunikasi dan Informatika serta Kehumasan dalam lingkup pemerintah Kota Makassar.

Pihak penerima kunjungan dalam hal ini, Tim Operator (Operation Room) lebih menekankan bahwa dalam hal kompetensi bidang informatika ini lebih menjurus pada jabatan fungsional.

“Jabatan fungsional sendiri adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu,” terangnya.

Dia menambahkan pejabat fungsional berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, atau pejabat pengawas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas jabatan fungsional.

Dikatakannya, sesuai PP 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS tersebut adapun jenjang karir yng tercantum yakni mulai dari Pemula (Ahli Pertama) dengan BUP atau batas usia pensiun 58 tahun, Terampil (Ahli Muda) dengan BUP 58 tahun, Mahir (Ahli Madya) dengan BUP 60 tahun, Penyelia (Ahli Utama) dengan BUP 65 tahun.

“Khusus untuk operation room rata-rata tenaga kontrak yang diperkerjakan berSK-kan sesuai kegiatan yang kemudian tembusan ke DPRD, dengan gaji per bulan tidak sama dengan tenaga kontrak atau honorer yang lain,” jelasnya.

Kemudian, tenaga kontrak yang ada dalam operation room sudah melalui tes recruitment yang jika ditilik sama dengan tes PPPK.

Sementara Ketua Tim Harian Tim Operation Room, mengatakan, tenaga dalam operation room tidak semuanya adalah lulusan pendidikan komputer namun ada juga lulusan sastra (sastra indonesia dan sastra Inggris).

“Yang mana dibutuhkan karena Walikota dan Wakil Walikota sering kedatangan tamu asing yang membutuhkan sinergitas dalam segi pariwisata yang bisa mengglobal,” katanya.

“Lalu tandar penggajian pada kontrak operator tersebut sesuai UMR,” tambahnya.

Adapun seleksi penerimaannya direkrut secara langsung oleh Dinas Kominfo Pemkot Makassar tanpa melalui BKPSDM. (Humas & Protokol DPRD Wajo)
Don't Miss

News Feed