ads

27 January, 2019

Anak Milenial Zaman Now, Pendeta Srigel: Berani Tampil Beda ???

Anak Milenial Zaman Now, Pendeta Srigel: Berani Tampil Beda ???
banner 336x280
banner 336x280

RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA -  Zaman yang semakin berkembang, teknologi semakin canggih, memudahkan setiap manusia baik dari segi komunikasi, pekerjaan, dan lain sebagainya, Minggu, (27/01/2019).

Namun di sisi lain, kemajuan teknologi saat ini berdampak bagi kehidupan sosial, budaya, etika dalam pergaulan dan komunitas masyarakat di mana kita berada.

Lalu bagaimana peran anak muda Kristen zaman "now" dalam menempatkan diri..?

Pelayan muda, Pendeta Srigel Hengki M.A mengatakan anak muda yang identik dengan sebutan “Kaum Milenial” tentu mendapat imbas besar dari semakin berkembangnya zaman atau peradaban dan  teknologi.

Anak Milenial Zaman Now yang sangat hits dengan media sosial dan teknologi yang canggih dalam genggaman, tentu dengan cepat melihat trend yang sedang bekembang dikalangan mereka.

"Hal ini dengan mudah menggiring mereka dalam arus kekinian yang terkadang mengesampingkan aspek sosial budaya yang ada di masyarakat umum," ucapnya. 

Namun di sisi lain, Anak Milenial Zaman Now, disebut harus berani tampil beda. Bagi anak muda kristen, kondisi ini tidak lantas harus membawa anak muda Kristen terbawa arus dan kehilangan arah, sehingga terjerumus ke arah yang negatif.

"Justru dalam fase kritis saat inilah dibutuhkan Anak Muda Milenial Zaman Now yang harus tampil beda," tambah Srigel. 

Dalam Matius 5:13-14 "Garam dan Terang Dunia”, dimana kita berada saat ini, keteladanan Anak Milenial Zaman Now yang berani tampil beda di tengah arus perkembangan yang semakin hari semakin pesat ini tentu sangat dibutuhkan agar diselamatkan dari pengarauh negatif perkembangan zaman dan teknologi.

Di Toraja, tentu kalangan Milenial Zaman Now diharapkan menjadi generasi yang akan memberi dampak baik yakni terus mengikuti perkembangan teknologi, namun terus mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya Toraja.

Srigel yang merupakan Pendeta di Gereja Kibaid Jemaat To'Arra, Klasis Pa'buaran, Makale Selatan, menyebut perlu kebijakan dalam bermedia sosial. 

"Bijak dalam bermedia sosial menjadi penekanan yang membutuhkan pengawasan dan pembinaan baik melalui komunitas, lembaga agama, dan orang tua, agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang merugikan dirinya sendiri," pungkas Srigel Hengki. (Kris)

Don't Miss

News Feed