ads

09 December, 2018

Binaan Penyuluh Pertanian, Petani Kopi Toraja Hasilkan Tiga Varietas Kopi Arabika

Binaan Penyuluh Pertanian, Petani Kopi Toraja Hasilkan Tiga Varietas Kopi Arabika
banner 336x280
banner 336x280

RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Petani kopi di wilayah Kabupaten Tana Toraja, semakin giat mengolah kopi hasil kebunnya, Minggu (09/12).

Hal ini terbukti dengan hadirnya tiga varietas Kopi Arabika lewat binaan Penyuluh Pertanian Tana Toraja, yang selalu membimbing Industri Rumah Tangga (IRT) dan kelompok tani, menjadi petani kopi yang berkualitas.

Hasilnya pun dipamerkan dalam Festival Kopi Toraja di Objek Wisata Pango-pango, yang ramai dikunjungi masyarakat lokal dan wisatawan, yang penasaran akan hasil karya para petani Toraja, yang mampu menjadi produsen kopi biji (green beans), biji roasting dan kopi bubuk berkualitas tinggi.

Ketiga varietas Kopi Arabika Toraja, yakni Kopi To Jolo Toraja (Varietas Typica Toraja), Kopi Jantan Toraja dan Kopi Arabika 1000 ini, dikembangkan di Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja, tanpa menggunakan pupuk Pestisida.

Penyuluh Pertanian, Hariadi, mengatakan bahwa kelompok tani binaannya ini disebut Desa Organik, artinya semua tanaman kopinya menggunakan pupuk organik, yang akan segera mendapat sertifikat kelayakan pada awal tahun 2019 mendatang.

"Kami membuat Desa Organik, artinya semua tanaman kopi, menggunakan pupuk organik, yang akan segera mendapat sertifikat kelayakan pada awal tahun 2019 mendatang,"kata Hariadi.

Ketiga Kopi Arabika yang telah dikembangkannya sejak tahun 2017 tersebut, telah menampakkan hasil yang sangat menguntungkan bagi para petani.
Dalam tahun 2018 ini, 5 kelompok tani binaannya dalam Desa Organik,  mampu menghasilkan 3 ton kopi biji (green beans).

Pembelinya pun sudah antri. Selain mendapatkan investor asal Jakarta yang selalu siap menadah hasilnya,  mereka pun mendapat pesanan langsung dari SLD PT.Freeport Timika Papua, sebanyak 25 kg/bulan dengan harga 100ribu rupiah/kg.

Kepala Dinas Pertanian, Haris Paridi, pun berharap binaan Penyuluh Pertanian Tana Toraja ini, terus berkembang, tanpa ada keraguan akan masalah harga.

"Kami berharap petani kopi di Tana Toraja terus berkembang, tanpa ada keraguan akan masalah harga. Harga akan semakin tinggi, apabila sesuai kualitas di pasaran, jadi jangan takut rugi menjadi petani kopi,"kunci Kadis, Haris.
Don't Miss

News Feed