Sesar Saddang Akibatkan Mamasa Diguncang Gempa, Ini yang Perlu Kamu Tahu Tentang Sesar Saddang

Sesar Saddang Akibatkan Mamasa Diguncang Gempa, Ini yang Perlu Kamu Tahu Tentang Sesar Saddang
RAKYATSATU.COM, TORAJA - Gempa yang bertubi-tubi, masih terus terjadi di Mamasa hingga pagi ini, Minggu (04/11).

Dirilis dari BMKG, Gempa dengan kekuatan Mag. 4.6 SR, terjadi pukul 06:14:24 WITA yang berlokasi 2.88 LS- 119.43 BT (12 km  Timurlaut MAMASA - SULBAR) di kedalaman 10 km.

Disusul gempa dengan kekuatan Mag:2.9 SR, pada pukul 07:41:58 WITA dengan lokasi 2.79 LS,119.48 BT (23 km TimurLaut MAMASA-SULBAR) pada kedalaman 10 Km.

Namun tahukah kamu bahwa gempa tersebut diakibatkan akan aktifnya Sesar Saddang, yang merupakan kelanjutan dari efek Sesar Palu Koro, tetapi Sesar Saddang dalam bentuk bebatuan.

Sesar Saddang juga disebut lipatan sesar sungkup atau Overthrust yakni kelanjutan dari lipatan rebah yang mendapatkan penekanan secara terus menerus.

Itulah beberapa jenis dari lipatan jika dilihat dari posisi bidang sumbunya dan selanjutnya adalah berdasar pada intensitas pelipatan.

Sesar Saddang pun memiliki jalur yaitu bergaris dari pesisir pantai Mamuju Sulawesi Barat memotong diagonal melintasi daerah Sulawesi Selatan bagian Tengah lalu Sulawesi Selatan bagian Selatan, kota Bulukumba hingga ke Pulau Selayar bagian Timur.

Patahan Saddang ini pun akan berlanjut ke wilayah Toraja, jika Sesar Saddang memiliki tambahan keretakan ke patahan Matano, yang akan terus menerus ke patahan Walanae.

Imbasnya pun tentu perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat Toraja yang memiliki patahan Saddang.

Kepala BMKG Tana Toraja, Agung Sudiono Abadi, menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik,

"Masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Kita semua berharap patahannya tidak berimbas kuat ke wilayah Toraja. Kami akan monitor," ujar Agung.

Diketahui, saat ini masyarakat di Mamasa masih tetap beraktifitas seperti biasa, walaupun beberapa sudah orang sudah mulai panik dan memilih berkumpul bersama kerabatnya. (Kris)
loading...
close
Rakyatsatu