Perempuan yang Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Sawah Ternyata Hamil 8 Bulan

Perempuan yang Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Sawah Ternyata Hamil 8 Bulan
RAKYATSATU.COM, BONE  - Zahra Aulia Binti Pakkahi (25), seorang perempuan, warga Lingkungan Lapanning, Kelurahan Waetuwo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi terbaring di rumah sawah, di Lingkungan Lapanning, Jumat (23/11) sekira pukul 07.30 Wita, kemarin ternyata hamil sekira 8 bulan.

Hal itu diketahui setelah jenazah Zahra Aulia di USG di ruang Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone.

Sebagaimana yang diungkapkan Humas RSUD Tenriawaru Bone, Ramli, kepada wartawan saat ditemui di RSUD Tenriawaru Bone. Ramli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, korban diduga hamil.

"Korban ke sini itu memang sudah dalam keadaan meninggal. Dia diantar sekira pukul 11.00 Wita. Dari hasil pemeriksaan dokter, memang ada darah yang keluar dari mulut. Korban juga dalam keadaan hamil, dan untuk memastikan itu dilakukanlah tes USG," ujar Ramli.

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan USG, dibuktikan memang positif hamil. Dokter bilang, usia kehamilan diperkirakan 6 sampai 7 bulan. Bahkan, bidan yang dipanggil untuk memeriksa justru mengatakan, sudah 8 bulan.

Sementara itu, saudara Zahra Aulia, Irham yang kembali ditemui di RSUD Tenriawaru Bone, mengatakan kalau korban itu pendiam dan penyabar. Irham juga mengungkapkan kalau korban merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara. Ia dan korban merupakan anak dari pasangan suami isteri, Pakkahi dan Risma.

"Saat subuh dia masih dilihat sama orang tua saat mau ke masjid shalat subuh. Saat pulang dari masjid, dia sudah tidak ada di rumah. Awalnya sempat dilakukan pencarian, tidak lama kemudian ada warga yang menyampaikan kalau Zahra ditemukan di rumah sawah dalam keadaan meninggal," tutur Irham.

Berdasarkan tanda-tanda di lokasi kejadian tempat ditemukan Zahra Aulia tak bernyawa lagi, diduga itu bukan bunuh diri. Pasalnya, kalau korban (Zahra) diduga bunuh diri dengan menenggak racun maka tentu ada barang bukti.

Dari mulut dan hidung korban, keluar cairan berwarna merah mirip darah dan berbusa, sehingga diduga minum racun tetapi tidak ada barang bukti yang ditemukan kalau korban minum racun untuk mengakhiri hidupnya.

Di dekat/sampingnya korban, hanya ditemukan 1 unit hanphone (hp) miliknya. Saat dicek, tidak ada aktivitas panggilan terakhir atau SMS terakhir yang ditemukan di hp tersebut.

Hingga saat ini, jenazah korban telah dikembalikan ke rumah duka untuk disemayamkan. Sementara polisi masih melanjutkan penyidikan lebih lanjut, dan berusaha mengungkap penyebab kematian korban.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu