Jangan Tambah Luka Korban Gempa dengan Hoaks

Jangan Tambah Luka Korban Gempa dengan Hoaks

RAKYATSATU.COM, MAKASSAR — Satu demi satu pengungsi asal kota Palu tiba di Makassar. Mereka dievakuasi melalui jalur udara dengan menumpangi pesawat Hercules milik TNI AU.


Kedatangan mereka yang masih diselimuti duka pun berharap mendapatkan kebaikan di Makassar sebagai tempat perlindungan. Sebab pengalaman pahit mereka pasca gempa dan tsunami masih menjadi trauma yang menakutkan.

Seperti diutarakan salah satu korban yang selamat dan telah berhasil di evakuasi di kota Makassar, Susanti. Perempuan 25 tahun tersebut pun menggantungkan harapan tinggi di kota kelahiran suaminya ini agar bisa bangkit dari bencana yang hampir merenggut nyawanya beserta keluarganya.

Dia mengatakan, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa. “Saya dan suami baru satu bulan di Palu dan membuka usaha makanan. Modal telah habis. Tapi itu bukan masalah, asalkan kami bisa selamat,”katanya, Selasa (2/10).

Dia pun berpesan agar dia dan seluruh korban yang telah tiba di Makassar jangan dibuat panik oleh orang tak bertanggung jawab. Sebab, berita palsu atau dengan istilah hoaks terus bermunculan yang membuatnya semakin trauma.

“Kami kesini untuk menyelamatkan diri. Bukan untuk menambah musibah. Jangan tambah musibah kami dengan kabar hoaks. Jangan buat berita palsu sehingga kami menjadi ketakutan dan bahkan mati karena rasa takut. Saya baru tiba di Makassar dan dapat kabar akan ada bencana besar di Makassar. Saya ke sini untuk mencari kehidupan tapi disambut berita palsu,”jelasnya.

Berita palsu yang terus bersebaran di sosial media tentang bencana alam berupa gempa dan tsunami di sejumlah daerah utamanya kota Makassar membuat salah satu korban yang selamat ikut angkat bicara.

Syahrul Fahmi bahkan membuat sebuah puisi yang menyindir keras para oknum penebar hoaks. Berikut kutipan puisi yang diciptakan mantan Jurnalis Harian FAJAR tersebut:

Stop Hoax.
Kami korban musibah gempa sudah merasakan rasa takut yg mendalam.

Kalian penebar hoax tak tahukah perasaan kami.
Kalian para penebar hoax, tak tahukah perjuangan kami yang telah dirundung duka?
Kalian penebar hoax, tak tahukah luka kami.

Kami belum bangkit dari keterpurukan.
Kami belum pulih dari bencana alam terdahsyat.
Kami belum bisa mendapatkan sanak keluarga kami yang hilang.
Kami pun belum bisa tidur tenang.

Sebab gempa masih terus berlangsung.
Sebab, ancaman masih terus mengintai kami.
Sebab, kami masih merayap dalam duka.
Sebab, kami masih berusaha untuk bersatu.

Tapi apa yang kalian lakukan para penebar hoax?
Ketakutan kami kalian tambah dengan kepalsuan.
Kami butuh support dari kalian.
Bukan pembohongan kepada kami.
Bukan pembodohan kepada saudara kami.

Jangan kalian buat kami jadi pintu bagimu untuk meraih keuntungan.
Jadikanlah bencana ini sebagai tali taubat.
Jadikanlah bencana ini sebagai pemersatu. Bukan pemecah belah dan penebar kebencian.

Kami sekarang hanya butuh perhatian dan bantuan. Bukan butuh orang yang ingin mengambil keuntungan dari kami.

Stop hoax yang mengatasnamakan bencana alam.
Kumohon pada kalian. Jangan tambah penderitaan kami.

Makassar, 1 Oktober 2018
-Syahrul Fahmi-
loading...
close
Rakyatsatu