Musim Panen Pare Kutu' Tiba, Para Petani Sa'dan Bergembira Menuai

Musim Panen Pare Kutu' Tiba, Para Petani Sa'dan Bergembira Menuai

RAKYATSATU.COM, TORAJA UTARA - Musim panen padi, menjadi musim yang paling ditunggu oleh para petani, seperti petani di Sa'dan,  Toraja Utara, Sabtu (14/7).


Mereka beramai-ramai turun ke sawah untuk menuai padi yang sudah menguning. Tak ketinggalan, anak-anak pemuda dan remaja pun ikut serta membantu orangtua mereka.


Namun, ada yang unik dari cara memanen padinya yakni dengan menggunakan alat yang bernama Rangkapan, yang dipakai untuk memotong batang padi, yang dikemudian dikumpulkan dan diikat menggunakan bambu yang sudah diraut.


Ini merupakan cara memanen padi yang dipergunakan leluhur suku Toraja pada zaman dahulu, yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat Toraja, di masa kini. 


Salah satu petani, Indo' Karni, mengatakan bahwa walaupun sudah banyak alat canggih saat ini, mereka tetap menggunakan Rangkapan sebagai alat potong padi, agar hasil padinya lebih berkualitas tanpa bantuan mesin.


"Yaah, walaupun sudah banyak alat canggih saat ini, mereka tetap menggunakan Rangkapan sebagai alat potong padi, agar hasil padinya lebih berkualitas tanpa bantuan mesin," kata Indo' Karni. 


Selain itu, harga Rangkapan yang sangat terjangkau yakni seharga 5 ribu rupiah, menjadi pilihan yang tepat bagi petani.

Bagi para petani yang datang membantu pemilik sawah, diberikan upah 2 kutu' pare (2 ikat padi)/ 5 ikat yang didapatkan. (Kris)











loading...
close
Rakyatsatu