Lulusan SMK Kelistrikan ini Sulap Lahan Kosong Jadi Kampung Wisata Hortikultura

Lulusan SMK Kelistrikan ini Sulap Lahan Kosong Jadi Kampung Wisata Hortikultura

RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Seorang anak muda asal Madandan, Tana Toraja, ingin membuka mata masyarakat Toraja tentang tanaman Hortikultura.


Paradigma masyarakat Toraja yang menyebut bertani sebagai pilihan terakhir saat tidak memiliki pekerjaan, dibantahkan olehnya dengan budidaya tanaman Hortikultura.


Adalah Latief Pongtengko, lahir dari keluarga petani biasa, lulusan SMK Listrik Elektronika, yang memutuskan untuk mengolah lahan kosong milik orangtuanya, mulai dari tahun 2010 lalu. Walaupun mengalami banyak kegagalan dalam proses pengembangan tanamannya, dirinya tak pernah menyerah. 


Hanya berbekal informasi dari internet (Google), Latief mempelajari cara menanaman sesuai standar pertanian dengan varietas bibit unggul.


"Saya belajar dari internet saja. Saya membuka google dan mencari tau, bagaimana cara tanamnya yang dapat menghasilkan bibit unggul," kata Latief, Minggu (22/7).


Denga luas lahan 1 hektar, Latief sudah mencoba beberapa jenis horti, seperti bawang merah, wortel, kol, cabai katokkon, dll. Saat ini, dirinya sedang mengembangkan sayur Buncis dengan jenis batang ungu, strawberry dengan 7 jenis komoditi dan singkong gajah yang memiliki 7 tingkatan umbi. 


Keinginannya pun sederhana, dengan lahannya ini maka akan menginspirasi para petani lainnya bahwa Toraja mampu menghasilkan hasil tanaman hortikultura dengan kualitas yang baik dan tanpa penggunaaan zat kimia. 


"Tanaman saya ini hanya menggunakan pupuk organik, struktur tanah hanya tinggal disiasati dengan penggunaaan sekam," ucap Latief. 

Keberhasilan penanamannya pun, membuat Latief memperkenalkan kebunnya ini sebagai Kampung Wisata Hortikultura, yang terbuka untuk semua orang, agar dapat mempelajari cara penanamnya, mulai dari proses persemaian hingga cara tanam di lahan terbuka. (Krisna)






loading...
close
Rakyatsatu