Ini Pertanyaan Amran Mahmud yang Jadi Bukti Program PAMMASE Tidak Realistis

Ini Pertanyaan Amran Mahmud yang Jadi Bukti Program PAMMASE Tidak Realistis
RAKYATSATU.COM, WAJO - Segmen keempat debat publik Pilkada Wajo menjadi mimpi buruk bagi pasangan nomor 1 Amran Mahmud-Amran SE. Tak hanya Amran SE yang "babak belur", Amran Mahmud membuka programnya PAMMASE tidak realistis.

Pada sesi keempat, Amran Mahmud menanyakan masalah APBD Kabupaten Wajo yang lebih banyak dihabiskan belanja pegawai.

" Dari Rp1,4 triliun APBD Wajo, Rp800 Miliar lebih dihabiskan untuk membayar pegawai. Apa yang akan Anda lakukan untuk mewujudkan program Anda,"tanya Amran.

Dengan nada tegas, dr Baso Rahmanuddin menjawab hal itu bisa diwujudka."Saya yakin bisa mewujudkan program yang kami buat. Karena kami tidak akan programkan kalau tidak bisa diwujudkan,"jelas dr Baso.

Pria yang akrab disapa DBR itu mencontohkan seperti jalan, BARAKKA tidak ingin menyebut angka seperti PAMMASE, karena tidak ingin terjebak masalah angka.

"Kami tidak mau melihat berapa jumlah tapi bagaimana kualitasnya," tegas DBR diiringi teriakan pendukungnya.

Pertanyaan Amran Mahmud masalah belanja pegawai yang meguras lebih banyak APBD menjadi bumerang bagi PAMMASE. Pasalnya, PAMMASE punya program 1000 km jalan.

Tingginya angka belanja pegawai sangat sulit mewujudkan hal itu. Program 1000 km jalan dinilai sangat tidak masuk akal atau mengada-ada.
loading...
close
Rakyatsatu