Berpotensi Timbulkan Bahaya Longsor, Ketua AMAN Ikut Soroti Lahan Objek Wisata Pongtorra Lolai

Berpotensi Timbulkan Bahaya Longsor, Ketua AMAN Ikut Soroti Lahan Objek Wisata Pongtorra Lolai
Ketua Aliansi Masyarakat Adat (AMAN),Romba' Marannu Sombolinggi'
RAKYATSATU.COM, TORAJA UTARA - Ketua Aliansi Masyarakat Adat (AMAN), Romba' Marannu Sombolinggi', ikut menyoroti pembukaan lahan hutan lindung di Objek Wisata Pongtorra Lolai yang akan berpotensi timbulkan bahaya longsor. 

Saat menghadiri ritual adat di Ke'te' Kesu', Selasa kemarin, Romba' menuturkan bahwa penebangan pohon pinus yang akarnya menjadi pengikat lapisan tanah, ditebang untuk pembukaan lahan objek wisata sangatlah berpotensti menimbulkan longsor.

Hal ini dipastikan dapat membuat daerah sekitarnya seperti Tikala dan Sereale yang tepat dibawahnya akan terkena dampaknya. "Pembukaan lahan tanpa memikirkan dampak, akan membahayakan lokasi itu sendiri, dan tentu daerah lain juga ikut memiliki dampak," kata Romba', Rabu (28/03).

Untuk itu, dia meminta pengelola objek wisata begitu juga daerah lain lebih memperhatikan dampak terhadap pembukaan lahan.

Sementara itu, Kepala Lembang Lempo Poton, Ruben Limbu yang merupakan desa/lembang tetangga dengan lembang tersebut, juga ikut menyuarakan hal ini. Kepeduliaannya atas hutan yang akan menjadi warisan untuk anak cucu kita ke depan, jangan sampai dirusak dengan kepentingan pribadi. 

Diketahui, walaupun hutan lindung seluas 101 hektar ini, yang 52 hektar diantaranya masuk dalam daftar pembebasan lahan yang baru sementara dalam proses pengajuan, namun harus melalui kesepakatan kombongan adat.

Sayangnya, kesepakatan masyarakat adat setempat belum dilakukan oleh pemerintah daerah, justru langsung ada pengajuan untuk RUTE yang tidak diketahui penggunaan pembebasan lahan tersebut.

Namun, proses pengajuan RUTE yang masih sementara dalam proses ini, justru sudah ditempati oleh Objek Wisata Pongtorra Lolai. (Kris)
loading...
close
Rakyatsatu