RAKYATSATU.COM, PAREPARE - Pensiunan kapala sub bagian keuangan dan kepegawaian dari fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar Drs H. Saidin SP, ditemukan tewas di kamar 129 hotel Platinum Parepare, Rabu ( 22/11).
Belum diketahui penyebab korban tewas. Korban diduga meninggal sejak Selasa (21/11) malam, dengan cara tengkurap, hanya memakai sehelai handuk di badanya.
Menurut, resepsion hotel Planium, Santi, sekitar pukul 10.30 wita untuk memastikan apakah tamunya (Saidin) itu masih melanjutkan sewa kamarnya, sehingga menelpon di kamar yang ditempati korban, namun tidak ada jawaban.
Sekitar pukul, 12.00 wita, Santi menghubungi lagi via telpon hotel untuk kepastianya, namun lagi-lagi tidak ada jawaban, karena penasaran maka Santi meminta kepada teman kerjanya bernama Tika untuk mengecek lansung.
" Saat Tika buka kamar ternyata masih ada orang tidur di dalam sehingga, Tika menutup kembali kamar itu," Ujarnya
Santi kembali menelpon namun tidak ada jawaban, Santi menyuruh Security bernama Rasyad untuk meminta kepada penghuni 129 kepastian apakah masih melanjutkan sewa kamar atau tidak.
"Saat disambangi, Rasyad melihat korban sudah tidak bernyawa lagi. Peristiwa inipun membuat geger hotel tersebut. Rasyad menghubungi langsung Babinsa Kelurahan Bukit Indah melaporkan kejadian tersebut," Ujar Rasyad
Kapolsek Soreang, AKP Syarifuddin saat tiba dilokasi langsung menghubungi pihak identifikasi (inafis) Polres Parepare untuk mengidentifikasi korban di kamar 129.
"Korban merupakan warga kompleks Unhas Blok H No 7 Makassar, kelurahan Bangkala kecamatan Manggala, kota Makassar. Di dompet korban ditemukan obat sakit jantung merek Farssorbid, uang sekitar Rp500.000, ATM BRI, KTP, SIM, kartu nama dari universitas hasanuddin Fakultas Kedokteran Makassar" Ujar AKP Syarifuddin
Dalam identifikasi, penyidik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, diduga meninggal kemarin malam, karena belum ada bau meyegat, korban meninggal dalam keadaan tengkurap dengan sehelai handuk.
“kami belum tahu apa motif korban meninggal, yang jelas polisi masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Saidin,” kata Syarifuddin kepada wartawan di lokasi. (Sp)