RAKYATSATU.COM, LUWU - Bupati Luwu Andi Mudzakkar bersama wabup Luwu Amru Saher, Kajari Belopa Gede Edy Buana,Ketua DPRD Luwu Andi Muharir ,Wakapolres Luwu Kompol Abraham, bersama Pabung Kodim 1403 Mayor Inf Martinus Paggasing
bersuara lantang saat orasi pada Apel Nusantara Merah Putih di lapangan Opu Dg Risjau Jalan Sungai Pareman Belopa, Rabu (30/11).
Saat di beri waktu orasi Apel Nusantara Merah Putih Bhineka Tunggal Ika ,Bupati yang akrab di sapa Cakka ini menuturkan bahwa masyarakat Luwu berdarah merah dan darah Andi Djemma.
Saat di beri waktu orasi Apel Nusantara Merah Putih Bhineka Tunggal Ika ,Bupati yang akrab di sapa Cakka ini menuturkan bahwa masyarakat Luwu berdarah merah dan darah Andi Djemma.
"darah kami merah dan harga mati bagi NKRI ,jadi kalau ada peserta yang ikut upacara apel nusantara lalu hanya bernaung saya sebut tubuh mereka di aliri darah putih, "kata Cakka di hadapan 3000 peserta apel besar Nusantara Merah Putih yang di gagas Kepala Kesbangpol dan Linmas Alim Bahry.
Sementara Wakil Bupati Luwu Amru Saher menyebut dalam orasinya bahwa kami orang indonesia tak takut mati,jangan coba coba mengobok obok bangsa ini "nyawa kami untuk Republik ini "tandas Amru Saher.
Orasi lainnya yakni Kajari Belopa Gede Edy Buana membakar jiwa korsa 3000 elemen peserta Apel Nusantara merah putih menyebut NKRI adalah harga mati.
Sementara Wakil Bupati Luwu Amru Saher menyebut dalam orasinya bahwa kami orang indonesia tak takut mati,jangan coba coba mengobok obok bangsa ini "nyawa kami untuk Republik ini "tandas Amru Saher.
Orasi lainnya yakni Kajari Belopa Gede Edy Buana membakar jiwa korsa 3000 elemen peserta Apel Nusantara merah putih menyebut NKRI adalah harga mati.
Selain Kajari, Ketua DPRD Luwu Andi Muharir bersuara lantang membakar kiwa korsa dengan mengulas perjalanan pahlawan nasional Andi Djemma yang gigih melawan penjajah .
Sementara Wakapolres Luwu Kompol Abraham bersama Pabung Kodim 1403 Mayor Inf Martinus Paggasing nampak terlihat berorasi soal rasa memiliki kebangsaan NKRI sambil di barengi dengan lagu Tanah Air Beta sebagai ajang membangkitkat semangat menjaga persatuan NKRI.
Kepala KesbangPol dan Linmas Luwu Alim Bahri menyebut sebanyak 3000 peserta apel besar Nusantara merah putih merupakan bagian membangun jiwa korsa masyarakat Luwu untuk tetap menjaga persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia.
"kita ingin masyarakat Luwu tetap bersatu dalam bingkai NKRI," kata Alim Bahri
Apel Nusantara Bhineka Tunggal Ika di akhiri dengan pembacaan Ikrar nusantara merah putih menolak paham radikalisme dan Narkoba (irone)
Apel Nusantara Bhineka Tunggal Ika di akhiri dengan pembacaan Ikrar nusantara merah putih menolak paham radikalisme dan Narkoba (irone)