RAKYATSATU.COM, SINJAI - Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Sinjai mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 Juta untuk melakukan verifikasi dan validasi data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Kepala Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial dan Bantuan Sosial Disnakersostrans Sinjai, lhamuddin mengatakan, dana yang berasal dari APBD tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan dan pembekalan petugas validasi serta honor tim verifikasi yang berjumlah sekitar 400 orang.
"Dana tersebut untuk pelatihan dan petugas kami saat ini sedang melakukan pendataan," kata Ihamuddin, Jumat (25/11).
Untuk itu, pihaknya selalu menghimbau kepada petugas dilapangan agar bekerja secara maksimal.
"Meski namanya ada pada saat diverifikasi tapi jika forum desa tidak disetujui maka namanya dihapus. Jadi petugas harus teliti," ucapnya
Diketahui, Tim validasi saat ini telah melakukan validasi terhadap 130 ribu jiwa yang telah menerima bantuan PBI yang terdiri dari 82 ribu jiwa.
Kepala Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial dan Bantuan Sosial Disnakersostrans Sinjai, lhamuddin mengatakan, dana yang berasal dari APBD tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan dan pembekalan petugas validasi serta honor tim verifikasi yang berjumlah sekitar 400 orang.
"Dana tersebut untuk pelatihan dan petugas kami saat ini sedang melakukan pendataan," kata Ihamuddin, Jumat (25/11).
Untuk itu, pihaknya selalu menghimbau kepada petugas dilapangan agar bekerja secara maksimal.
"Meski namanya ada pada saat diverifikasi tapi jika forum desa tidak disetujui maka namanya dihapus. Jadi petugas harus teliti," ucapnya
Diketahui, Tim validasi saat ini telah melakukan validasi terhadap 130 ribu jiwa yang telah menerima bantuan PBI yang terdiri dari 82 ribu jiwa.