RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Puluhan personil dari Kepolisian bertugas pada acara pesta adat Pattaungeng Tampaning di Desa Paramadina, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, guna mengantisipasi adanya kegiatan perjuadian.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, pada kegiatan adat itu nantinya akan digelar kegiatan sabung ayam sebagai petanda penutup acara adat.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Marioriawa, AKP Syamsuddin saat ditemui Rakyatsatu.com, di lokasi pesta adat mengatakan, untuk 3 hari kedepan pihaknya diberi tugas langsung oleh Kapolres Soppeng untuk melakukan penjagaan di acara pesta adat. Mulai hari Jumat (28/10) hingga Minggu (30/10).
"Setiap kelompok ada personil dari Kepolisian berjaga secara bergantian selama 24 jam, kecuali saya karena selaku Kapolsek harus standby selama tiga hari," kata Symasuddin.
Pantauan Rakyatsatu.com, lokasi yang digunakan untuk pesta adat itu sudah dipadati warga dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Kaltim, Papua, Toli-toli yang semuanya merupakan warga asli Tampaning yang merantau.
"Kami pulang hanya ingin menghadiri acara pesta adat ini, sekaligus silaturahmi dengan warga Tampaning yang menetap di luar daerah," kata Salma yang merantau di Samarinda, Kaltim.
Ditemui berbeda, Anggota DPRD Soppeng, H Mare mengatakan kegiatan ini tidak lain untuk melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahim warga asli Tampaning.
Selain itu, pada kegiatan tersebut sedikitnya 400 orang yang sudah hadir dari rantauan untuk mengikuti jalannya kegiatan ini.
"Saya perkirakan ini terus bertambah kemungkinan mencapai ribuan orang," kata H Herman.(Mario)
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, pada kegiatan adat itu nantinya akan digelar kegiatan sabung ayam sebagai petanda penutup acara adat.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Marioriawa, AKP Syamsuddin saat ditemui Rakyatsatu.com, di lokasi pesta adat mengatakan, untuk 3 hari kedepan pihaknya diberi tugas langsung oleh Kapolres Soppeng untuk melakukan penjagaan di acara pesta adat. Mulai hari Jumat (28/10) hingga Minggu (30/10).
"Setiap kelompok ada personil dari Kepolisian berjaga secara bergantian selama 24 jam, kecuali saya karena selaku Kapolsek harus standby selama tiga hari," kata Symasuddin.
Pantauan Rakyatsatu.com, lokasi yang digunakan untuk pesta adat itu sudah dipadati warga dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Kaltim, Papua, Toli-toli yang semuanya merupakan warga asli Tampaning yang merantau.
"Kami pulang hanya ingin menghadiri acara pesta adat ini, sekaligus silaturahmi dengan warga Tampaning yang menetap di luar daerah," kata Salma yang merantau di Samarinda, Kaltim.
Ditemui berbeda, Anggota DPRD Soppeng, H Mare mengatakan kegiatan ini tidak lain untuk melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahim warga asli Tampaning.
Selain itu, pada kegiatan tersebut sedikitnya 400 orang yang sudah hadir dari rantauan untuk mengikuti jalannya kegiatan ini.
"Saya perkirakan ini terus bertambah kemungkinan mencapai ribuan orang," kata H Herman.(Mario)