Ajudan : Itu Bukan Urusan Bupati
RAKYATSATU.COM, SINJAI - Bayi yang bernama Syawal yang merupakan warga Miskin yang beralamat Lamattiriawang Kecematan Bulupoddo Kabupaten Sinjai hingga kini masih memerlukan perhatian.
Bayi berumur tiga bulan ini yang merupakan buah hati dari Mustawir dan Masna hingga saat ini belum mendapatkan perhatian maupun bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Ketua Hipmas Sinjai Wahyu bersama anggotanya yang juga turut mendampingi adik syawal mulai dari pencarian dana sampai pengurusan di RS Wahidin, mengaku telah mendatangi camat Bulupoddo, dan beberapa pihak pemerintah daerah Sinjai, namun sampai saat ini, belum ada respon dari pihak pemkab Sinjai.
"Saya telah mendatangi Camat Bulupoddo, agar biaya perawatan adik syawal ini ditanggung oleh pemkab Sinjai, namun sampai saat ini belum ada responnya,"ungkap Wahyu
Dirinya sangat menyayangkan kejadian ini, pemerintah Kabupaten Sinjai seakan menutup mata dan tidak mau tau jika masyarakatnya yang miskin membutuhkan bantuan biaya pengobatan.
"Hingga saat ini pemerintah daerah tidak ada tindakan untuk membantu meringankan beban biaya perawatan adik sayawal di RS Wahidin,"keluh Wahyu
Ketua Hipmas Sinjai ini juga berinisiatif ketemu langsung dengan Bupati Sinjai dengan harapan, Bupati Sinjai H Sabirin Yahya bisa memberikan solusi terhadap adik syawal, dimana biaya perawatan bisa ditanggung Pemkab, namun kenyataan berkata lain.
" Saya ke Rujab Bupati, namun Ajudan Bupati menolak untuk mempertemukan saya, dia bilang kesaya hal itu bukan urusan Bupati, itu silahkan kau pergi di Dinas sosial kata Ajudan, "cetus Wahyu
Dari informasi yang dihimpun Kemarin malam Syawal sudah berhasil dioperasi di RS Wahidin Lontara III, namun syawal saat ini dalam kondisi kritis, menurut dokter yang menangani Syawal, dia meminta orang tua Syawal datang melihat kondisi anaknya
Di tempat terpisah, Mustawir orang tua Syawal saat ditemui mengatakan, saat ini dirinya sangat gelisah memikirkan anaknya yang berada RS Wahidin, dirinya tidak bisa mendampingi anaknya karna terkendala biaya,
" Untuk makan saja, kami susah, untungnya berkat bantuan dari teman teman serta masyarakat Sinjai saya bisa ke Makassar untuk melihat anak saya, "tutur Mustawir dengan nada sedih. (Asdar)