RAKYATSATU.COM, SINJAI - Nasib naas memimpa Muhtar, Bendahara Dinas Perhubungan Sinjai ini mengalami kerampokan uang persediaan Kegiatan Rutin Dinas, sejumlah Rp 60 juta yang baru saja ditarik dari Bank BPD Sinja.
Kejadian ini bermula pada Selasa (6/9) sekitar pukul 10 pagi kemarin, Muhtar mencairkan uang di Bank BPD Sinjai. Diperjalanan pulang, korban singgah kesalah satu
toko untuk membeli materai yang berada di Jalan Persatuan Raya Sinjai.
Setelah keluar dari toko tersebut, nagasi motor yang ditempati untuk menaruh uang itu sudah terbuka dan uang sudah tidak ada dalamnya. Dan korban langsung memberitahukan kejadian itu kepada Kepala Dinas dan melaporkannya ke Polisi.
"Kejadian ini kita telah laporkan Ke Polisi dan kita berharap agar pelaku segera di tangkap," kata H Firdaus, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai, Rabu (07/9).
Sementara, Kasi Humas Polres Sinjai, AKP Sabri Hidayat mengatakan, laporan korban sudah masuk ke Polisi. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan.
"Saat ini laporan korban sudah kita tindaklanjuti dan terus kita dalami, kami sudah mengambil keterangan Muhtar dan seorang saksi," pungkasnya. (Asdar)
Kejadian ini bermula pada Selasa (6/9) sekitar pukul 10 pagi kemarin, Muhtar mencairkan uang di Bank BPD Sinjai. Diperjalanan pulang, korban singgah kesalah satu
toko untuk membeli materai yang berada di Jalan Persatuan Raya Sinjai.
Setelah keluar dari toko tersebut, nagasi motor yang ditempati untuk menaruh uang itu sudah terbuka dan uang sudah tidak ada dalamnya. Dan korban langsung memberitahukan kejadian itu kepada Kepala Dinas dan melaporkannya ke Polisi.
"Kejadian ini kita telah laporkan Ke Polisi dan kita berharap agar pelaku segera di tangkap," kata H Firdaus, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai, Rabu (07/9).
Sementara, Kasi Humas Polres Sinjai, AKP Sabri Hidayat mengatakan, laporan korban sudah masuk ke Polisi. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan.
"Saat ini laporan korban sudah kita tindaklanjuti dan terus kita dalami, kami sudah mengambil keterangan Muhtar dan seorang saksi," pungkasnya. (Asdar)