RAKYATSATU.COM, SINJAI - Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, H Tayyeb A Mappasere menilai, BPJS Kesehatan yang beroperasi sejak 1 Januari 2014 lalu tidak henti-hentinya menuai sorotan masyarakat Sinjai.
Bahkan produk lama yang diperbaharui di bidang Jaminan Kesehatan ini, mendapatkan sorotan dari lembaga pemerintah dalam acara pelatihan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim, di Aula RSUD Sinjai, selasa (6/9) kemarin.
"Sinjai dalam beberapa tahun terakhir mampu mengalokasikan anggaran kesehatan gratis bagi masyarakatnya. Namun, semuanya itu buyar akibat hadirnya BPJS yang bikin kacau, kami di Sinjai betul-betul kacau dengan kehadiran BPJS," kata Tayyeb dalam forum itu.
Sementara itu, Institur Hukum Indonesia (IHI) Biro Daerah Sinjai, Asdar Palewali mengatakan, sorotan yang didapatkan oleh BPJS selama ini merupakan hal yang wajar. Pasalnya, BPJS dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dinilai tidak transparan.
"BPJS Kesehatan ini terkesan tidak transparan karena tidak memperlihatkan kepada pihak pasien, rincian yang ditanggung oleh BPJS setelah pasien berobat. Melainkan hanya memperlihatkan jumlah total yang dibiayainya. Disitu yang menjadi masalah," kata Asdar.
Akibat permasalahan itu, baik Pemerintah Kabupaten Sinjai maupu DPRD Kabupaten Sinjai juga dinilai oleh masyarakat bahwa, permasalahan selama ini terkesan pembiaran atau hanya tutup mata saja. (Asdar)