Iklan

Iklan

Diduga Tercemar Air Limbah, Ribuan Ikan Mati di Tambak KJA

02 Agustus 2016, 10:14 PM WIB Last Updated 2017-07-04T14:08:30Z
RAKYATSATU.COM, PINRANG - Diduga tercemar limbah, ribuan ikan dari masyarakat yang tergabung dalam kelompok Keramba Jaring Apung (KJA) Makkaritutu Labili-bili, Kecamatan Suppa, mati.

Ketua kelompok KJA Makkaritutu Labili-bili, Paharuddin mengatakan, ikan kerapuh hasil budidaya kelompoknya sudah siap panen dengan harga berkisar 120 ribu perkilonya mati mendadak tanpa diktahui penyebabnya.
"Kami sangat bersdih pak, karena ikan budidaya ini harganya luar biasa dan siap untuk dipanen, ikan ini juga siap ekspor ke Hongkong karena pembelinya sudah siap," kata Paharuddin kepada Rakyatsatu.com, Selasa (2/8).

Dia menjelaskan, kerugian yang dialami oleh kelompoknya sangatlah besar. Untuk itu dia berharap, Pemerintah agar melakukan investigasi terkait matinya ikan budidaya ini, karena dugaan sementara adalah pencemaran lingkungan.

Sementara itu, Tim Dinas kelautan dan perikanan Hama dan Penyakit Ikan Sulsel, Basri mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian ikan yang mati mendadak pada kerambah budidaya tersebut.

Dia menjelaskan, faktor kematian ikan tersebut bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan diprediksi oleh faktor lingkungan dalam hal ini limbah.
"Dari hasil uji lab yang kami lakukan, ikan mati ini bukan dari penyakit melainkan dugaan sementara adalah faktor lingkungan, kami masih meneliti kandungan air di KJA labili-bili Kecamatan Suppa Pinrang," jelas Basri. (Gun)
Komentar

Tampilkan

  • Diduga Tercemar Air Limbah, Ribuan Ikan Mati di Tambak KJA
  • 0

Terkini

Iklan