RAKYATASATU.COM, PAREPARE - Pelayanan air bersih di Kota Parepare, terus menuai protes dari masyarakat pelanggaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tak hanya lumpur, kiriman angin tanpa air pun kerap diterima masyarakat melalui keran air mereka, Sabtu (30/7)
Awin, warga Bacukiki Barat mengaku, sudah tiga hari terakhir dia dan warga di kawasan Jalan Beringin tidak mendapat pasokan air bersih dari PDAM. Hal itu, kata dia, berbading terbalik dengan klaim PDAM yang mengaku mengalami surplus air bersih.
"Ini bukan sekali dua kali. Sudah kerap kami mengeluhkan soal air. Sampi berhari-hari tidak ada solusi," katanya.
Hal yang sama dikatakan Imma, warga Jalan Kepala Gading, Bacukiki. Dia mengatakan, warga setempat selama tiga hari tidak mendapat air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan masak, dia terpaksa menggunakan air galon dengan mengeluarkan biaya tambahan.
Menanggapi hal itum Dirut PDAM Parepare, Lukman Hakim menjelaskan, kotornya air PDAM disebabkan terjadinya kerusakan pada titik Instakasi Pengolahan Air (IPA). Meski demikian, dia berharap permaslahan itu dapat segera terjadi, karena pihak sudah melakukan perbaikan pada kerusakan.
"Untuk di Beringin kita masih perbaikan, karena perbaikan IPAnya cukup berat, sedangkan di Kelapa Gading sudah normal kemabli," kata Lukman.
Dia menjelaskan, macetnya air bersih kerumah warga bukan didasari dari stok air, melainkan karena adanya kerusakan teknis.(Kalma)
Awin, warga Bacukiki Barat mengaku, sudah tiga hari terakhir dia dan warga di kawasan Jalan Beringin tidak mendapat pasokan air bersih dari PDAM. Hal itu, kata dia, berbading terbalik dengan klaim PDAM yang mengaku mengalami surplus air bersih.
"Ini bukan sekali dua kali. Sudah kerap kami mengeluhkan soal air. Sampi berhari-hari tidak ada solusi," katanya.
Hal yang sama dikatakan Imma, warga Jalan Kepala Gading, Bacukiki. Dia mengatakan, warga setempat selama tiga hari tidak mendapat air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan masak, dia terpaksa menggunakan air galon dengan mengeluarkan biaya tambahan.
Menanggapi hal itum Dirut PDAM Parepare, Lukman Hakim menjelaskan, kotornya air PDAM disebabkan terjadinya kerusakan pada titik Instakasi Pengolahan Air (IPA). Meski demikian, dia berharap permaslahan itu dapat segera terjadi, karena pihak sudah melakukan perbaikan pada kerusakan.
"Untuk di Beringin kita masih perbaikan, karena perbaikan IPAnya cukup berat, sedangkan di Kelapa Gading sudah normal kemabli," kata Lukman.
Dia menjelaskan, macetnya air bersih kerumah warga bukan didasari dari stok air, melainkan karena adanya kerusakan teknis.(Kalma)