RAKYATSATU.COM, PINRANG - Anggota DPR RI, Komisi IX, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta bekerja sama dengan badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), menggelar sosialisasi obat kosmetik dan makanan berbayahaya kepada masyarakat, di Hotel M Pinrang, Rabu (20/7).
Pada kegiatan tersebut, turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mantong, Kadis Kesehatan Pinrang dr Dyah Puspita Dewi dan Kepala Balai Besar BPOM Sulselbar Guntur, Kepala Puskesmas, para pedagang obat, kosmetik dan makanan dan tokoh masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta dikenalkan berbagai jenis bahan makanan berbahaya dan bagaimana cara mengenalinya serta dampaknya kepada kesehatan dan kecerdasan manusia, seperti boraks formalin, vaksin palsu, pewarna makanan serta produk palsu lainnya.
Fauziah menjelaskan, makanan jajananan yang dikonsumsi masyarakat dan anak-anak sekolah, masih banyak terdapat makanan berbahaya. Untuk itu sosialisasi ini dinilai sangat penting, sehingga produsen dan pembeli makanan mengetahui apa saja bahan makanan yang berbahaya di komsumsi."Rata-rata masyarakat tahunya memakai apalagi dijual dengan harga murah namun yang timbulkan dampaknya cukup besar bagi kesehatan. Jadi sebagai pengguna, kita harus cerdas" kata Fauziah.
Diapun berharap, melalui melalui sosialisasi ini, pihaknya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan bahan-bahan berbahaya pada makanan yang mereka komsumsi.
Sementara, Kepala Balai Besar BPOM Sulselbar, Guntur mengatakan, meski saat ini di Sulsel tidak ditemukan produk yang palsu termasuk Vaksin, tidak menutup kemungkinan hal itu tidak ada."Pengawasan perlu dilakukan, bukan hanya dari Pemerintah namun harus melibatkan masyarakat, agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," paparnya.
Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mantong menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sampai kepelososk, bahkan secara berkala melakukan sidak di pasar." Ini merupakan komitmen pemerintah agar konsumen aman dari bahaya obat dan makanan yang telah terkontaminasi dengan bahan lain," jelasnya. (Gun)
Pada kegiatan tersebut, turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mantong, Kadis Kesehatan Pinrang dr Dyah Puspita Dewi dan Kepala Balai Besar BPOM Sulselbar Guntur, Kepala Puskesmas, para pedagang obat, kosmetik dan makanan dan tokoh masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta dikenalkan berbagai jenis bahan makanan berbahaya dan bagaimana cara mengenalinya serta dampaknya kepada kesehatan dan kecerdasan manusia, seperti boraks formalin, vaksin palsu, pewarna makanan serta produk palsu lainnya.
Fauziah menjelaskan, makanan jajananan yang dikonsumsi masyarakat dan anak-anak sekolah, masih banyak terdapat makanan berbahaya. Untuk itu sosialisasi ini dinilai sangat penting, sehingga produsen dan pembeli makanan mengetahui apa saja bahan makanan yang berbahaya di komsumsi."Rata-rata masyarakat tahunya memakai apalagi dijual dengan harga murah namun yang timbulkan dampaknya cukup besar bagi kesehatan. Jadi sebagai pengguna, kita harus cerdas" kata Fauziah.
Diapun berharap, melalui melalui sosialisasi ini, pihaknya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan bahan-bahan berbahaya pada makanan yang mereka komsumsi.
Sementara, Kepala Balai Besar BPOM Sulselbar, Guntur mengatakan, meski saat ini di Sulsel tidak ditemukan produk yang palsu termasuk Vaksin, tidak menutup kemungkinan hal itu tidak ada."Pengawasan perlu dilakukan, bukan hanya dari Pemerintah namun harus melibatkan masyarakat, agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi," paparnya.
Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mantong menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sampai kepelososk, bahkan secara berkala melakukan sidak di pasar." Ini merupakan komitmen pemerintah agar konsumen aman dari bahaya obat dan makanan yang telah terkontaminasi dengan bahan lain," jelasnya. (Gun)