loading...

Usai Diancam akan Dicopot, Sejumlah Perwakilan Kecamatan Ikut Meriahkan Festival Takbir

Usai Diancam akan Dicopot, Sejumlah Perwakilan Kecamatan Ikut Meriahkan Festival Takbir

RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Pasca kekecewaan Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak karena minimnya peserta dalam menggalakkan agenda keagamaan Pemda Soppeng, sejumlah Kelurahan/ Desa di Kabupaten Soppeng sudah mengikutkan perwakilannya dalam agenda tahunannya yang di selenggarakan di Lapangan Gasis Watansoppeng, Senin (04/06).


Pada pembukaan acara tersebut, kekecewaan HA Kaswadi Razak terlihat jelas dikarenakan agenda  menyebarkan syiar Islam yakni Festival Takbir dan Pukul Bedug, hanya diikuti 33 perwakilan dari 70 Kelurahan/Desa se-Kabupaten Soppeng.


Kemarahan mantan Ketua DPRD dua periode itu,  bukan tanpa alasan, pasalnya, setahun sebelumnya sudah mewanti-wanti untuk mengikutkan semua perwakilan Desa/Kelurahan untuk tahun ini.


" Ini merupakan kejadian terulang, tahun sebelumnya, saya memaklumi, namun tahun ini tidak ada lagi alasan tidak mengikutkan perwakilannya," ujar Kaswadi saat membuka Festival Takbir dan Pukul Bedug, Senin (04/06).


Dari informasi panitia acara, malam kedua lomba festival Takbir dan Pukul Bedug, sudah diikuti 57 peserta dari Desa/Kelurahan yang sebelumnya hanya diikuti 33 peserta.


Sebelumnya diberitakan, Bupati Soppeng dengan tegas akan mencopot Camat dan Lurah yang tidak ikut serta dalam menggalakkan keagamaan di Kabupaten Soppeng.


" Kita sudah sama-sama berjuang untuk Selfi, kenapa pada saat acara keagamaan malah tidak ikut, padahal ini sangat penting," tegas Kaswadi Razak


Dirinya juga memberi tenggang waktu hingga tanggal 10 Juni kepada Camat dan Lurah, jika tidak ikut serta dalam agenda keagamaan ini, dirinya memastikan akan mencopot dari jabatannya.


" Jika tidak ikut, tanggal 11 Juni, tidak usah masuk kantor. Tahun kemarin saya masih memberikan toleransi, tapi kali ini, selamat tinggal," jelasnya 


Selain Camat dan Lurah, mantan ketua DPRD dua periode ini, juga ini mengancam Kepala Desa akan memberikan sanksi jika tidak menggalakkan program keagamaan ini.



"Untuk Desa, kalau tidak mendukung, maka kita akan sanksi, apakah dananya dikurangi atau lainnya,"ujarnya (**)





 

loading...
close
Rakyatsatu