loading...

Satu Keluarga Asal Toraja, Jadi Korban Keganasan OTK di Papua

Satu Keluarga Asal Toraja, Jadi Korban Keganasan OTK di Papua
RAKYATSATU.COM, TORAJA - Kabar duka menyelimuti warga Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua, atas insiden yang terjadi di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (25/6).

Informasi yang didapatkan  dari akun Dyhna Tulen Rante Utama yang viral  di media sosial menjelaskan,  kronologis kejadian  berawal sekitar pukul 09.45 WIT, pesawat Trigana Twin Otter terlihat mengitari bandara Keneyam.

Personel aparat keamanan TNI/Polri berjumlah sekitar 35 orang (meliputi Personel Brimob, Polsek, Pos Kodim, Brimob Sat Pelopor Mabes Polri) melaksanakan pam tepatnya di landasan parkir pesawat.

OTK yang sebelumnya diduga sudah menyusup ke perkampungan dan kios warga dekat bandara tersebut. Sehingga saat pesawat berhenti dan hendak memutar di ujung timur landasan, pesawat ditembaki sebanyak sekitar 10 kali tembakan.

Dari penembakan tersebut, pilot Trigana, Ahmad Khamal tertembak di bagian punggung kanan  Korban luka langsung diamankan ke puskesmas Keneyam (masih dalam kondisi hidup).

Evakuasi korban tewas pun dilakukan ke Pos Pol Keneyam, dimana terdapat tiga orang tewas yakni Henrik Sattu(35) asal Toraja, yang merupakan pedagang kios, yang meninggal akibat luka tembak tembus di perut bagian kiri.

Korban lainnya  Margaretha Pali (20) yang merupakan istri dari Henrik Sattu, yang meninggal akibat sabetan parang di kepala. Sementara Zaenal Abidin (28) yang merupakan pedagang asal Sulsel, yang meninggal akibat tembakan di rusuk kiri.
Korban semasa Hidup (ist)

Tidak sampai disitu, anak dari Hendrik Sattu dan Margaretha Pali yakni Arjun (6), juga mengalami luka sabetan parang di pipi kanan. Arjun pun harus menjalani pengobatan di Barak Merah Pemda Nduga.

Salah seorang keluarga alm. Hendrik Sattu,  Dhyna mengungkapkan, kesedihan atas meninggalnya pamannya yang sangat cepat itu, lewat statusnya di media sosial facebook miliknya.

Diketahui, hingga pada saat ini dua unit pesawat twint Oter trigana belum bisa keluar disebabkan masih melakukan pengejaran terhadap OTK yang masih dalam kondisi siaga 1 di ujung bandara Keneyam. (Kris)




loading...
close
Rakyatsatu