loading...

Kades Nisombalia Kecam Dalang Penebangan Pohon Mangrove

Kades Nisombalia Kecam Dalang Penebangan Pohon Mangrove
Kades Nisombalia (Pegang Mikrofon) saat rapat di rumah Kadus KuriLompo terkait kasus penebangan pohon mangrove


Kades Bantah Beri Ijin Penebangan Pohon Mangrove di Pesisir Pantai

RAKYASTATU.COM, MAROS - Penebangan hutan mangrove di pesisir pantai Dusun Kuri Lompo, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Maros, yang mengatas namakan pemerintah setempat dikecam keras oleh Ahmad, kepala Desa Nisombalia.

Dikatakan dia, Selasa (03/04), penebangan hutan mangrove itu dilakukan warga setempat disaat dirinya sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.

"Saya sangat sesalkan kejadian ini, jika seandainya saya ada, sebatang pohon mangrovepun ditebang pasti saya larang, karena pohon itu sengaja ditanam untuk kelestarian lingkungan," tegas Ahmad, kepada Rakyatsatu.com.

Ditabahkan Ahmad, warga yang memprotes aksi pembabatan yang terjadi hanya pasrah saja karena oknum yang melakukan pembabatan menyebut atas ijin pemerintah setempat. Padahal itu sama sekali tidak seijin dengan dirinya sebagai kepala desa.

"Pembabatan sempat kami monitor, setelah dihubungi warga saat kami masih di Madina," tambah Ahmad.

Saat itu, lanjut Ahmad, Dia langsung meminta kepada warga dan perangkat desa untuk segera menghentikan pembabatan kayu mangrove. "Pembabatan hutan mangrove yang mengatas namakan pemerintah setempat berhasil dihentikan setelah warga memberitahukan saya," sebut Ahmad. 

Ditambahkan Ahmad, kasus penebangan pohon mangrove itu dilakukan warga atas Perintah Syamsul, oknum PNS Guru yang juga mantan kepala Dusun Kuri Lompo. 

Hal ini terungkap saat kami melakukan rapat dengan tokoh masyarakat di Kuri Lompo, di rumah Kepala Dusun, Abdul Majid. 

Dua warga yang melakukan pembabatan pohon mangrove mengaku di depan tokoh masyarakat hanya sebagai pekerja dan mendapat upah kerja dari mantan Kepala Dusun Lompo.

"Warga yang melakukan pembabatan hanya sebagai suruhan yang dipekerjakan oleh  mantan kepala dusun," ungkap Ahmad.

Ditambahkan Kades, hasil pertemuan dengan tokoh masyarakat kuri Lompo telah disepakati bersama untuk menanam kembali bibit pada lokasi yang sudah terlanjur dibabat warga. 

"Pemerintah setempat bersama warga akan kembali menanami bibit pohon mangrove pada lokasi tersebut," tutup Kades. 

Diketahui, akibat pembabatan itu, sekitar empat puluh are hutan kayu mangrove yang rusak. (Red)
loading...
close
Rakyatsatu