loading...

Gubernur Sulsel : Harga Diri Itu Segalanya, Tidak bisa ditukar Dengan apapun

Gubernur Sulsel : Harga Diri Itu Segalanya, Tidak bisa ditukar Dengan apapun
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Gubernur Sulawesi Selatan Dr H Syahrul Yasin Limpo menghadiri perayaan Hari Jadi Soppeng (HJS) yang ke-757 Tahun, di Kawasan Wisata Ompo (KWO), Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Jumat (23/03).

Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak dalam sambutannya mengatakan, sejak dua tahun pemerintahannya, pembangunan di Kabupaten Soppeng telah meningkat secara signifikan.

"Pembangunan telah meningkat secara signifikan, ini bisa dilihat dari pemerataan pembangunan dari segala sektor pada tahun 2017," kata Kaswadi.

Dirinya menjelaskan, bahwa salah satu yang mengalami peningkatan adalah pada sektor ekonomi. Yang dimana laju pertumbuhan ekonomi 2016 mencapai 8,24 persen meningkat pesat dibanding tahun 2015 yang sebesar 5,3 persen dan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sekitar 8,60 persen.

"Begitu pula pada sektor pertanian produksi padi mengalami peningkatan sebesar 10, 29 persen, dimana pada tahun 2016 sebesar 280.905 ton dan pada tahun 2017 meningkat sebesar 309,816 ton," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, sebagai orang Bugis- Makassar harus mampu mempertahankan harga diri, karena orang beradat itu ada "SIRI" nya dan tidak bisa ditukar dengan uang.

"Harga diri itu segalanya, tidak bisa ditukar dengan apapun. Kalau mau jadi orang Bugis-Makassar yang sejati, maka yang pertama agama harus baik, kalau semua apa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah maka akan sukses dan mendapat kebaikan dari Allah SWT,"jelasnya.

Dikatakan Gubernur dua periode ini, dari dulu kala Soppeng itu, daerah yang bagus, daerah yang memiliki wilayah kekuatan alam yang bisa menghidupkan masyarakatnya. Itulah kenapa Soppeng meninggalkan budaya dan adat yang luar biasa.

Menurutnya, Lagaligo itu sebuah hikayat yang diakui dunia melalui UNESCO. Sebagai sebuah karya sastra dan budaya terbesar yang didalam tulisan Lagaligo menyebutkan ada kata Soppeng yang menandakan pengakuan atas daerah ini dalam sejarah. (Iss)
loading...
close
Rakyatsatu