Iklan

Iklan

Tetangga Kenang Valent, Warga Maros yang Meninggal di Armenia: Sempat Berpamitan Sebelum Berangkat

20 Juli 2026, 6:41 PM WIB Last Updated 2026-07-20T10:41:56Z

Kepala desa moncongloe lappara sirajuddin bersama warga di depan rumah korban WNI Maros yang meninggal dunia di Armenia





RAKYATSATU.COM, MAROS - Rumah keluarga Valent A. Tambuto, warga Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, tampak lengang setelah kabar meninggalnya pria berusia sekitar 24 tahun itu di Kota Yerevan, Armenia. Hingga Senin, 20 Juli 2026, belum ada kepastian mengenai jadwal pemulangan jenazah ke Indonesia.


Saat wartawan mendatangi kediaman korban, tidak terlihat aktivitas di rumah tersebut. 


Adik korban, Arnold Tambuto, mengaku keluarganya sangat terpukul atas kabar tersebut. Ia mengatakan masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya sehari sebelum menerima kabar duka.


Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Menurut dia, Valent telah menetap di desa tersebut selama lebih dari empat tahun setelah pindah dari kawasan Perumahan Nirwana yang masih berada di wilayah desa yang sama.


"Korban memang warga kami. Informasi yang kami terima, ia baru sekitar tiga bulan berada di Armenia, meski sebelumnya juga pernah bekerja di luar negeri," kata Sirajuddin.


Ia mengatakan pemerintah desa belum memperoleh informasi resmi mengenai penyebab kematian korban. Sejumlah informasi yang beredar di masyarakat, termasuk dugaan tindak pidana, belum dapat dipastikan kebenarannya.


"Kami belum menerima keterangan resmi terkait penyebab kematiannya. Karena itu, kami tidak bisa menyimpulkan apa pun sebelum ada penjelasan dari pihak berwenang," ujarnya.


Sirajuddin menambahkan, pemerintah desa juga belum menerima laporan langsung dari keluarga. Hingga kini, komunikasi lebih banyak dilakukan melalui Babinsa, sementara keluarga masih menunggu perkembangan proses pemulangan jenazah.


Menurut dia, pemerintah desa siap memberikan pendampingan apabila diperlukan dan masih menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten Maros terkait langkah yang akan dilakukan.


Sementara itu, tetangga korban, Mustamin, mengenang Valent sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Ia mengatakan terakhir bertemu dengan korban sekitar tiga bulan lalu, tepat sebelum keberangkatannya ke Armenia.


"Sebelum berangkat dia sempat berpamitan. Dari dalam mobil dia memanggil dan berkata, 'Om, saya berangkat dulu,'" kata Mustamin.


Hingga kini, proses pemulangan jenazah masih menunggu penyelesaian penyelidikan yang dilakukan otoritas Armenia. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan keluarga dan pihak terkait untuk memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. (Ikhlas/arul) 

Komentar

Tampilkan

  • Tetangga Kenang Valent, Warga Maros yang Meninggal di Armenia: Sempat Berpamitan Sebelum Berangkat
  • 0

Terkini

Iklan