ilustrasi Jenazah (Internet)
RAKYATSATU.COM, MAROS - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Maros menjalin komunikasi dengan keluarga seorang warga asal Kecamatan Moncongloe yang dilaporkan meninggal dunia di Armenia. Korban berinisial VLN, 24 tahun.
Kepala Disnaker Maros, Andi Patiroi, mengatakan komunikasi dilakukan melalui kakak korban untuk memantau perkembangan penanganan kasus sekaligus menyampaikan informasi terbaru kepada keluarga.
"Kami sudah membangun komunikasi dengan pihak keluarga, khususnya melalui kakak korban," kata Andi Patiroi, Ahad, 20 Juli 2026.
Menurut Andi, hingga kini jenazah korban belum dapat dipulangkan ke Indonesia. Otoritas Armenia masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian sehingga proses pemulangan belum bisa dilakukan.
"Jenazah masih berada di Armenia karena proses penyelidikan oleh pihak kepolisian belum selesai. Pemulangan baru dapat dilakukan setelah seluruh proses hukum di sana rampung," ujarnya.
Ia menjelaskan, Disnaker memilih berkoordinasi melalui kakak korban karena kedua orang tua korban masih dalam kondisi berduka dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.
Andi juga mengungkapkan proses penanganan menghadapi kendala koordinasi lantaran Armenia tidak memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Kondisi tersebut membuat komunikasi dengan otoritas setempat harus dilakukan melalui mekanisme lain.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan berkoordinasi agar keluarga memperoleh informasi mengenai proses penanganan hingga rencana pemulangan jenazah," kata Andi. (Ikhlas/arul)