RAKYATSATU.COM, MAROS - PDAM Tirta Bantimurung mencatat laba bersih sebesar Rp928 juta pada 2025. Laporan keuangan itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Maros dalam rapat kuasa pemilik modal yang dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam.
Direktur PDAM, Muh Shalahuddin, mengatakan laporan tersebut telah diaudit oleh kantor akuntan publik dan kembali memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
“Tahun ini PDAM Maros berhasil memperoleh laba Rp928 juta setelah pajak,” kata Shalahuddin.
Menurut dia, capaian itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat laba sekitar Rp380 juta. Ia menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi kebijakan penyesuaian tarif yang mulai berlaku pada 2024.
“Walaupun nilainya tidak terlalu besar, penyesuaian tarif cukup berdampak terhadap peningkatan pendapatan,” ujarnya.
Meski demikian, PDAM belum memastikan besaran dividen yang akan disetorkan ke pemerintah daerah. Berdasarkan peraturan daerah, dividen maksimal 35 persen dari laba bersih.
“Kalau dihitung, sekitar Rp300 jutaan. Tapi keputusan akhir ada di Bupati,” kata dia.
Selain kinerja keuangan, PDAM juga menyiapkan pengembangan kapasitas produksi air melalui peningkatan instalasi pengolahan air (IPA).
Shalahuddin menyebut peningkatan kapasitas tengah dilakukan di IPA Bantimurung dari 120 liter per detik menjadi 180 liter per detik.
“Penambahan ini penting untuk mendukung perluasan jaringan distribusi air,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Maros, kata dia, juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana pendukung seperti rumah pompa dan genset.
Pengembangan serupa direncanakan untuk IPA Tanralili dan Pattontongan melalui skema pembiayaan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur.
Total anggaran yang diusulkan untuk pengembangan tiga IPA tersebut mencapai Rp75 miliar, termasuk pembangunan jaringan distribusi di wilayah Bontoa dan booster di Maros Baru.
“Dengan peningkatan kapasitas ini, pelayanan air bersih diharapkan semakin merata,” kata Shalahuddin. (Ikhlas/Arul)