Seminar Internasional bertajuk “Religion in Chinese Perspective
RAKYATSATU. COM— UIN Alauddin Makassar, terus memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat dialog lintas agama melalui Seminar Internasional bertajuk “Religion in Chinese Perspective: Mengelola Keberagaman Agama di Era Global; Pelajaran dari Tiongkok dan Indonesia.”
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat, Rabu (15/4/2026), hasil kolaborasi antara Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar dengan Permabudhi Sulawesi Selatan, serta melibatkan mitra internasional.
Seminar tersebut dihadiri pimpinan universitas, sivitas akademika, serta tokoh lintas agama. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Muhaemin, mewakili Rektor Hamdan Juhannis, secara resmi membuka kegiatan.
Dalam sambutannya, Muhaemin mengapresiasi sinergi bersama Permabudhi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan ruang dialog lintas agama yang konstruktif. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran rektor pada awal acara karena agenda kedinasan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Permabudhi Sulawesi Selatan, atas kolaborasi yang terjalin. Kehadiran narasumber internasional juga menjadi nilai tambah bagi kampus kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran tokoh agama dari berbagai latar belakang menjadi bagian penting dalam memperkuat harmoni dan moderasi beragama. Selain itu, ia menyampaikan bahwa program studi keagamaan di fakultasnya telah meraih akreditasi unggul sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu pendidikan.
Sementara itu, perwakilan panitia dari Permabudhi Sulawesi Selatan, Ariyanto, menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya dan agama di tengah dinamika global.
Menurutnya, Tiongkok sebagai salah satu peradaban besar dunia memiliki kekayaan tradisi dan nilai keagamaan yang relevan untuk dikaji dalam memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat dialog lintas budaya.
“Seminar ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga langkah strategis dalam membuka peluang kerja sama pendidikan internasional serta pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global,” jelasnya.
Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yonggris Lao, turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas lembaga.
“Kami bangga dapat kembali bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar. Ini juga menjadi momen bersejarah karena menghadirkan langsung narasumber guru besar dari Tiongkok,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Alauddin Makassar, Permabudhi, dan Golden Gate Education.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Guo Wu dari Shandong University, Ardian Changianto dari San Ping Academy Semarang, serta Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Muhsin Mahfudz.
Melalui forum ini, para narasumber mengulas perspektif keagamaan dalam konteks peradaban Tiongkok yang memiliki pengaruh besar terhadap dinamika sosial dan pemikiran global.
Selain menjadi ruang diskusi akademik, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama internasional, khususnya dalam pengembangan studi lanjut dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan ini, UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya dalam membangun pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan berwawasan global, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat dialog lintas budaya dan peradaban.(Ikhlas/ Amd)