Iklan

Iklan

Iran Luncurkan Rudal Kheibar ke Israel dan Pangkalan AS, IRGC Ancam Serangan Lebih Besar

09 Maret 2026, 9:15 PM WIB Last Updated 2026-03-09T13:15:02Z
Misil balistik Iran, Kheibar Shekan-2 - (X/@Pataramesh)


Iran Gunakan Rudal Generasi Baru dalam Serangan ke Israel dan Pangkalan AS

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan gelombang serangan terbaru terhadap Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Serangan yang dilakukan pada Ahad, 8 Maret 2026, disebut sebagai bagian dari Operasi Janji Setia 4, sebuah operasi militer besar yang terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir.


Dalam gelombang serangan ke-28 operasi tersebut, Iran dikabarkan mulai menggunakan rudal generasi baru dengan kemampuan daya hancur lebih besar dibandingkan sistem sebelumnya.

Rudal yang digunakan adalah Kheibar Shekan, salah satu rudal balistik paling canggih yang dimiliki Iran saat ini.


Rudal Kheibar Dikerahkan dengan Hulu Ledak Berat


Menurut pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh Al Mayadeen, rudal Kheibar generasi terbaru dilengkapi dengan hulu ledak yang sangat berat.

Sistem senjata tersebut dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara dan menghantam target strategis dengan tingkat presisi tinggi.


Dalam serangan terbaru ini, beberapa kota di Israel dilaporkan menjadi target utama, termasuk:


Selain itu, infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah juga disebut menjadi sasaran.

Salah satu lokasi yang disebut dalam laporan adalah Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania.

Serangan tersebut menunjukkan bahwa Iran memperluas jangkauan operasi militernya ke berbagai titik strategis di kawasan.


Iran Ancam Serangan Lebih Besar


Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan bahwa skala serangan militer Iran akan terus meningkat dalam beberapa jam dan hari ke depan.

Langkah tersebut disebut sebagai respons langsung terhadap serangan yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.


Iran juga menegaskan bahwa mereka siap melanjutkan perang jika konflik terus berlanjut.

Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Ali Abdollahi Aliabadi, bahkan menyampaikan pernyataan yang cukup keras.


Menurutnya, Iran akan terus memberikan tekanan militer hingga musuh-musuhnya menyerah.

Aliabadi juga menegaskan bahwa kekuatan militer Iran kini jauh lebih maju dibandingkan sebelumnya.


Ia menyebut sistem persenjataan Iran memiliki tingkat presisi tinggi dan fleksibilitas operasional yang mampu menghadapi berbagai skenario perang modern.


Iran Klaim Miliki Stok Rudal Besar

Aliabadi juga menyinggung pernyataan dari pihak lawan yang mencoba menghitung jumlah rudal yang dimiliki Iran.

Menurutnya, Iran tidak merasa terganggu dengan upaya tersebut.


Ia bahkan menantang pihak lawan untuk terus menghitung jumlah rudal Iran langsung di medan perang.

Pernyataan tersebut mempertegas pesan bahwa Iran ingin menunjukkan kekuatan militernya secara terbuka kepada dunia.


Menurut laporan Office of the Director of National Intelligence Amerika Serikat, Iran memang memiliki stok rudal balistik terbesar di Timur Tengah.

Sebagian rudal Iran memiliki jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer.

Jarak tersebut cukup untuk menjangkau berbagai target strategis di kawasan, termasuk wilayah Israel.


Kilang Minyak Haifa Jadi Target


Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah meluncurkan serangan terhadap pusat penyulingan minyak di Haifa, Israel.

Serangan itu disebut menggunakan rudal Kheibar Shekan.


Menurut Iran, serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di Teheran.

Jika benar terjadi, serangan terhadap infrastruktur energi seperti kilang minyak dapat menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas energi regional.


Drone Iran Serang Target Militer AS di Dubai


Selain rudal balistik, Iran juga menggunakan drone dalam serangan terbaru.

IRGC menyatakan bahwa drone Iran berhasil menghantam target militer Amerika Serikat di kawasan Dubai Marina, dekat kompleks gedung Warner Bros. di Dubai, Uni Emirat Arab.


Serangan drone tersebut menjadi bagian dari gelombang ke-27 dalam Operasi Janji Setia 4.

Penggunaan drone dalam perang modern semakin meningkat karena biaya operasionalnya lebih murah dibandingkan rudal balistik, tetapi tetap mampu memberikan dampak militer signifikan.


Iran Klaim Belajar dari Perang Sebelumnya


Aliabadi juga menyinggung pengalaman militer Iran dalam konflik sebelumnya.

Ia mengatakan angkatan bersenjata Iran telah memperbaiki berbagai kekurangan yang muncul dalam konflik 12 hari pada Juni tahun lalu.


Menurutnya, pengalaman tersebut membuat Iran kini memiliki kesiapan militer yang jauh lebih baik.

Ia juga menyebut dukungan masyarakat Iran terhadap angkatan bersenjata semakin kuat.


Demonstrasi dan dukungan massa dilaporkan muncul di berbagai kota di Iran untuk menunjukkan solidaritas terhadap operasi militer tersebut.

Ketegangan Timur Tengah Makin Berbahaya


Eskalasi serangan rudal dan drone di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran internasional.

Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memiliki potensi berkembang menjadi perang regional yang lebih besar.


Selain aspek militer, konflik ini juga memiliki dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global.

Jika serangan terhadap infrastruktur energi terus terjadi, pasar minyak dunia berpotensi mengalami gejolak besar.

Situasi tersebut membuat banyak negara memantau perkembangan konflik ini dengan sangat hati-hati. (Ikhlas)

Komentar

Tampilkan

  • Iran Luncurkan Rudal Kheibar ke Israel dan Pangkalan AS, IRGC Ancam Serangan Lebih Besar
  • 0

Terkini

Iklan