Iklan

Iklan

Iran Nyaris Kantongi Rudal Supersonik China, Keseimbangan Militer Teluk Persia Terancam Berubah

27 Februari 2026, 10:29 PM WIB Last Updated 2026-02-27T14:49:15Z

 

Iran bernegosiasi dengan China untuk membeli rudal CM-302 terhadap Angkatan Laut AS (X @PLA_MilitaryUpd)



Iran–China Hampir Sepakat Akuisisi Rudal Supersonik

Iran dilaporkan hampir menyelesaikan kesepakatan dengan China untuk mengakuisisi rudal antikapal supersonik CM-302. Jika terealisasi, langkah ini dinilai dapat mengubah dinamika militer di Teluk Persia.


Menurut laporan Reuters, pembicaraan meningkat intensitasnya setelah konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025. Negosiasi disebut telah memasuki tahap lanjutan.


Sumber diplomatik menyatakan pembahasan sebenarnya sudah dimulai sekitar dua tahun lalu, namun mendapatkan momentum baru dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran bahkan dilaporkan melakukan perjalanan ke China untuk menyelesaikan detail akhir.


Meski kesepakatan disebut hampir rampung, jadwal pengiriman belum diumumkan secara resmi.


Apa Itu Rudal CM-302?


CM-302 merupakan versi ekspor dari rudal YJ-12 milik Angkatan Laut China. Rudal ini dikembangkan oleh industri pertahanan China dan dirancang untuk menghantam target laut bernilai tinggi.

Spesifikasinya cukup mengkhawatirkan bagi lawan:

  • Kecepatan: Lebih dari Mach 3 (supersonik tinggi)

  • Jangkauan: Sekitar 300 km

  • Hulu ledak: ±250 kg

  • Navigasi: Sistem satelit + radar aktif fase terminal

  • Profil terbang: Sea-skimming (terbang sangat rendah di atas permukaan laut)

Karena terbang rendah dan berkecepatan sangat tinggi, waktu reaksi sistem pertahanan kapal menjadi sangat terbatas.


Dampak Strategis di Teluk Persia

Pengoperasian CM-302 berpotensi meningkatkan kemampuan ofensif Iran terhadap kapal perang asing yang beroperasi di kawasan.


Saat ini, Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer signifikan di sekitar Teluk Persia. Kapal Angkatan Laut AS secara rutin berpatroli di perairan strategis tersebut.


Dengan jarak tempuh 300 km, sebagian besar jalur pelayaran utama di kawasan dapat dijangkau dari daratan Iran. Hal ini berpotensi mengubah kalkulasi militer dan meningkatkan risiko eskalasi.


Implikasi Geopolitik


Jika kesepakatan benar-benar direalisasikan:

  1. Kapasitas anti-access/area denial (A2/AD) Iran akan diperkuat.

  2. Ketegangan dengan AS dan sekutunya bisa meningkat.

  3. China akan semakin terlihat sebagai pemasok strategis bagi Teheran.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China maupun Iran terkait finalisasi kontrak tersebut.


Situasi di Teluk Persia pun diperkirakan akan tetap sensitif dalam beberapa bulan ke depan. (Ikhlas)


Komentar

Tampilkan

  • Iran Nyaris Kantongi Rudal Supersonik China, Keseimbangan Militer Teluk Persia Terancam Berubah
  • 0

Terkini

Iklan