Iklan

Iklan

Dari Relawan ke Profesional: Pelajaran Besar SAR Maros dari Misi ATR 42-500

30 Januari 2026, 11:39 AM WIB Last Updated 2026-01-30T03:39:14Z

Tim SAR Gabungan Maros




RAKYATSATU.COM, MAROS — Tim SAR Gabungan Maros menginisiasi evaluasi terbuka atas misi evakuasi pesawat ATR 42-500 sebagai langkah transformasi kapasitas relawan menuju profesionalisme. Forum ini menjadi ruang refleksi atas keterlibatan relawan yang masif dalam operasi pencarian dan penyelamatan.


Koordinator SAR Team Maros, Fardi Ali, mengatakan sekitar 50 persen atau hampir 1.000 personel yang terlibat dalam operasi tersebut merupakan relawan. Mereka turun ke lapangan dengan tingkat keswadayaan tinggi, mulai dari logistik hingga peralatan pribadi.


“Ini harus menjadi proses pendidikan bagi pemuda. Sekolah formalnya tidak ada, maka kita belajar dari kasus. Targetnya menaikkan fase relawan, dari sekadar pengikut menjadi personel yang paham prosedur teknis,” kata Fardi Ali.


Ia menilai perlu adanya regulasi dari Pemerintah Kabupaten Maros, termasuk penyediaan fasilitas seperti Rumah Relawan, agar relawan lokal memiliki pemahaman mendalam terhadap medan tugas, khususnya kawasan Karst Maros–Pangkep yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.


Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC) dalam operasi tersebut, mengapresiasi inisiatif evaluasi yang dilakukan SAR Gabungan Maros. Menurut dia, forum ini penting untuk menyusun rencana kontinjensi berdasarkan kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait manajemen logistik dan pembagian tugas.


Andi Sultan juga mengungkapkan tekanan emosional yang dihadapi komandan operasi selama misi berlangsung. “Tekanannya luar biasa, mulai dari harapan keluarga korban sampai kekhawatiran saat kehilangan kontak dengan anggota di tengah hutan. Semangat kemanusiaan relawan Maros menjadi kekuatan utama di lapangan,” ujarnya.


Kepala Pelaksana BPBD Maros, To Wadeng, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap eksistensi SAR Gabungan. Ia menyebut Bupati Maros telah menginstruksikan agar seluruh rekomendasi hasil dialog tersebut dipelajari secara serius.


“Pemerintah daerah berkomitmen mengambil peran, baik melalui dukungan tenaga maupun infrastruktur, sesuai kewenangan yang dimiliki,” kata To Wadeng.


Inisiatif evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan awal penguatan sistem mitigasi bencana dan aksi kemanusiaan yang berkelanjutan di Kabupaten Maros. (Ikhlas/arul) 

Komentar

Tampilkan

  • Dari Relawan ke Profesional: Pelajaran Besar SAR Maros dari Misi ATR 42-500
  • 0

Terkini

Iklan