RAKYATSATU.COM, WAJO - Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Firmansyah Perkesi, menerima aspirasi dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Wajo, Senin (3/11/2025). Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Komisi I DPRD Wajo, Ibnu Hajar.
Dalam audiensi itu, SMSI yang dipimpin Andi Erwin menyampaikan sejumlah catatan terkait kebijakan anggaran media tahun 2026. Mereka menyoroti perlunya pemerataan alokasi dana, serta kejelasan dasar penetapan harga kontrak publikasi yang selama ini dinilai berbeda antara satu media dan lainnya.
“Kami ingin tahu apa acuan sehingga harga berita bisa berbeda. Selain itu, kami berharap kontrak media dapat dikembalikan ke DPRD Wajo seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Andi Erwin.
Menanggapi hal tersebut, Firmansyah Perkesi menyatakan bahwa DPRD akan menindaklanjuti masukan SMSI melalui pembahasan bersama Badan Anggaran dan Dinas Kominfo.
“Kami akan membahas ini dalam rapat Badan Anggaran bersama Diskominfo. Sampai saat ini, kami belum melihat secara rinci berapa total anggaran media dalam dokumen Diskominfo,” ujar legislator dua periode itu.
Namun, ia belum dapat memastikan kemungkinan pengembalian pengelolaan anggaran media ke DPRD. Menurutnya, efisiensi anggaran menjadi kebijakan utama pada tahun mendatang.
“Efisiensi cukup besar tahun depan. Di internal DPRD saja, banyak pos yang dipangkas, termasuk anggaran air dan listrik yang kini ditangani langsung oleh pemerintah daerah,” ucapnya.
Firmansyah juga mendorong agar seluruh organisasi media di Kabupaten Wajo melakukan pertemuan langsung dengan Bupati Wajo untuk menyampaikan kondisi lapangan dan kebutuhan riil anggaran media.
“Media dan pemerintah daerah saling membutuhkan. Karena itu, komunikasi langsung dengan Bupati penting agar kebijakan yang diambil lebih tepat,” katanya. (Humas DPRD Wajo)
