Iklan

Iklan

Tingkatkan Ketakwaan, SMPN 10 Bantimurung Gelar Pesantren Kilat

13 Maret 2024, 3:04 PM WIB Last Updated 2024-03-13T09:07:42Z

Pengawas sekolah besama guru serta KKN DDI Maros usai pelaksanaan Pesantren Kilat di SMP negeri 10 Bantimurung/ Foto : Arul 

RAKYATSATU.COM, MAROS
- Awal Ramadhan SMP Negeri 10 Bantimurung kembali menggelar kegiatan Pesantren Kilat dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan mewujudkan profil pelajar Pancasila peserta didik SMPN 10 Bantimurung


Kegiatan yang merupakan agenda tahunan SMPN 10 Bantimurung ini diikuti oleh peserta didik dari kelas VII yang berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 13 hingga15 Maret 2024. 


Pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan yang dibuka Pengawas Bina SMPN 10 Bantimurung Askari yang dihadiri oleh Kepala Sekolah, Ruiyah, SPd, M. Pd beserta dewan guru dan staf Tata Usaha SMPN 10 Bantimurung, Rabu (13/3/2024).


Kepala Sekolah SMPN 10 Bantimurung Ruiyah dalam sambutannya mengharapkan agar peserta didik yang mengikuti kegiatan pesantren kilat ini dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu agama agar dapat menjadi nilai yang besar dalam kehidupan. 


"Waktu yang singkat ini dapat dimanfaatkan anak anak untuk belajar agama," ujar Ruiyah.


Apalagi kata Ruiyah pada kegiatan kali ini ada anak anak mahasiswa DDI Stai Maros sebanyak 20 orang sedang melaksanakan kulia kerja nyata (KKN) di wilayah kita sehingga para mahasiswa inilah yang nanti akan membatu teman teman guru memberikan pendalaman agama kepada siswa siswi kami. 


“Saya sangat beryukur keberadaan anak anak mahasiwa di sekolah kami sangat membatu memberikan pelajaran agama islam kepada siswa kami,” kata Ruiyah.


Sementara itu pengawas bina SMPN 10 Bantimurung Askar pada acara pembukaan kegiatan pesantren kilat mengharapkan agar ibadah dalam bulan Ramadhan ini dapat dimaksimalkan mengingat bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang penuh keberkahan. 


 "Waktu yang sinkat ini dimanfaatkan dengan baik," harap Askari.


Kemudikan Askari juga meminta agar para mahasiswa KKN dan guru untuk berkoloborasi memberikan tuntunan kepada seluruh peserta terkait masalah berwuduh yang benar sesuai dengan tuntunan islam. 


Karena jika wuduh tidak bagus maka akan mempengaruhi sholat yang dikerjakan. Wuduh salah otomatis sholat tidak diterimah. 


Olehnya itu ia berharap agar anak anak diajarkan dengan cara pratik berwuduh yang benar.


"Wuduh yang haris dimengerti lebih awal anak anak agar sholatnya bisa diterimah Allah," harap Askari.


Selain itu kata dia, ia juga meminta guru dan mahasiswa menuntun anak anak tata cara sholat idul Fitri yang benar. Anak perlu memahami berapa kali takbir dirakat pertama dan rakat kedua. 


Setelah mereka sudah paham maka anak anak juga perlu tau bacaan diantara takbir berikutnya.


"Jika tuntunan seperti ini dipahami anak anak saat mengikuti pesantren kilat maka ketika mereka mengikuti sholat idulfitri maka ia sudah bisa melakukan dengan baik dan benar," kata Askari.


Kemudian lanjut dia, selain itu juga pada kegiatan ini anak anak dicek yang mana bisa membaca Al quran yang benar dan mana yang tidak. 


Bagi siswa yang kurang mahir membaca Al Qur an maka guru dan para mahasiwa KKN bisa menuntun agar bisa membaca Al quran dengan baik.


”Saya minta agar semua peserta dicek kemampuan membacanya untuk melakukan pemetaan agar program yang akan diselesaikan bisa tarlasana dengan baik.” tutup Askari> [Ikhlas/Arul]

Komentar

Tampilkan

  • Tingkatkan Ketakwaan, SMPN 10 Bantimurung Gelar Pesantren Kilat
  • 0

Terkini

Iklan